Siswi SD Karawang Di-bully hingga Tangan Patah: Pelaku Kerap Bully Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang siswi kelas 6 SD negeri di salah satu Kecamatan Tirtajaya, Karawang berinisial NER, diduga menjadi korban perundungan (bullying). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seorang siswi kelas 6 SD negeri di salah satu Kecamatan Tirtajaya, Karawang berinisial NER, diduga menjadi korban perundungan (bullying). Foto: Dok. Istimewa

Rizka Puspitasari, ibu dari NER--siswi SD korban bullying di Kecamatan Jayakerta, Karawang, mengungkapkan anaknya tidak hanya sekali di-bully oleh pelaku. NER baru bercerita setelah menjalani operasi di rumah sakit.

"Iya ternyata pernah juga di sekolah. Enggak ngadu mungkin khawatirnya takut orang tuanya berantem apa gimana mungkin dewasanya sikap dia gitu kan, jadi enggak pernah ngadu apa-apa tuh ke orang tua," kata Rizka, Kamis (27/11).

"Baru terbuka pas kejadian itu, mungkin dia juga kepancing emosi ya. Karena papanya dikata-katain, katanya, 'A tadi tuh ngata-ngatain Papa, aku tuh sakit hati, makanya aku tanya, kamu tuh kenapa ke aku kayak gini, kamu kenapa ngata-ngatain Papa aku, dia gak nerima, dia malah meludahin aku, pas aku turun, dia turun, aku turun, dia malah nabrak aku'," tutur Rizka menirukan perkataan sang anak.

Kondisi itu membuat Rizka tetap meneruskan kasusnya ke ranah hukum. Terlebih saat mediasi keluarga pelaku menyepelekan kondisi putrinya.

"Malah bilangnya tuh sempat ada kata-kata, 'Dulu anak saya juga pernah jatuh, diurut juga sembuh', tapi kan ini posisinya beda, pertama itu jatuh sendiri, ini kan gara-gara ada sebab-akibatnya," ujarnya.

Bibi korban, Kokom, menyebut peristiwa perundungan itu terjadi di gang samping rumah pelaku. Antara rumah korban dan pelaku hanya berjarak sekitar 20 meter.

"Jatuhnya di sana samping rumah dia (A), pas pulang nangis-nangis ya Allah itu tangannya bengkok, si kakak ngadu itu mau ditonjok sama si A. Dari sana si A nggak jadi mukul, kabur dia, malah temannya si kakak dipukul," jelasnya.

Saat ini, dia hanya berharap keponakannya segera sembuh secara fisik dan mental agar mau kembali bersekolah.

"Kita hanya berharap kesembuhan sama anaknya, mentalnya juga down gitu kan, lagi benar-benar coba kita motivasi, ayo kak bangkit, kak sehat lagi, sembuh lagi," pungkasnya.