Siswi SD Karawang Di-bully, Tangan Patah: Pelaku Batal Dibawa ke Barak Militer

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Disdikpora Karawang, Wawan Setiawan. Foto: Dok. kumparan

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya batal membarak-militerkan siswa SD pelaku bullying.

Pelaku membuat korbannya, siswi SD kelas 6, patah tangan.

Alasan batalnya adalah dari sisi waktu yang tidak memungkinkan, mengingat siswa tersebut sudah kelas 6 dan proses pembinaan di barak memakan waktu selama 10 hari.

"Kalau ini dia kan kelas 6 ya. Enggak mungkin juga kayaknya, di sana selama 10 hari," kata Wawan, Kamis (27/11).

Wawan menyebut, kriteria pelajar yang dipastikan akan dikirim ke barak adalah anak yang kerap terlibat tawuran.

Namun ia pun akan memastikan kembali apakah siswa dengan kebiasaan bullying ini nantinya termasuk dalam kriteria pembinaan ke barak atau tidak.

"Karena tempatnya kan terbatas 50 sampai 100 siswa, dan itu pun ada kajiannya, ada rumusannya, apakah layak dibawa atau tidak, nanti pastinya akan saya cek lagi ke bidang," ujarnya.

Kasus ini mencuat usai ibu korban, Rizka Puspitasari (36 tahun), mengungkapkan berdasarkan pengakuan anaknya, bahwa bullying itu terjadi di dalam kelas pada 6 November 2025.

Awalnya terduga pelaku—seorang siswa laki-laki, meminjam kipas mini kepada korban, namun korban menolak.

Merasa kesal, siswa tersebut menjambak kerudung korban hingga tiga kali dan mengeluarkan kata-kata kasar yang menghina orang tua korban.

"Ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Secara fisik terluka, secara psikis juga sangat terpukul," kata Rizka, Rabu (26/11).

Aksi kasar pelaku tidak berhenti di lingkungan sekolah. Saat korban hendak pulang, pelaku kembali mengincar korban.

Siswa itu menabrakkan sepeda listrik ke arah perut korban, melempar batu hingga mengenai paha korban dan meludahi wajahnya. Korban berupaya membalas dengan meludah, namun hal itu justru membuat pelaku semakin beringas.

Siswa itu kemudian mengejar korban dengan niat memukul. Korban pun mencoba melarikan diri, namun terjatuh keras hingga mengakibatkan patah tulang tangan kanan.