Siswi 'Top 3' Gagal Lolos Paskibraka di Sulsel Dapat Beasiswa ke Luar Negeri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paskibraka membentangkan bendera Merah Putih di samping rangkaian KA Serayu di Peron 1 Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (17/8/2020). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Paskibraka membentangkan bendera Merah Putih di samping rangkaian KA Serayu di Peron 1 Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (17/8/2020). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP INTI) memberikan beasiswa penuh kuliah S1 ke Tiongkok untuk CYL, siswi 'top 3' di Sulsel yang gagal lolos Paskibraka tingkat pusat.

Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP INTI), Hardy Stefanus, perjuangan siswi SMA itu patut diapresiasi. Mereka telah berjuang untuk mengharukan nama baik daerah dan khususnya warga Tionghoa.

Selain CYL, PP INTI juga memberikan beasiswa kepada seorang siswi lainnya yang juga gagal lolos Paskibraka, yakni M. Menurut Hardy, beasiswa ini merupakan bentuk dukungan moral untuk keduanya.

"Kita melihat terlepas dari isu polemik yang sekarang, kedua anak ini kan cukup berprestasi," kata Hardy kepada kumparan, Sabtu (30/5) sore.

Ia menjelaskan, beasiswa penuh ini merupakan program tahunan dari PP INTI. Beasiswa S1 ini diberikan dengan biaya penuh, termasuk biaya tempat tinggal dan uang saku.

"Beasiswa ini kalau sudah lulus SMA. Mereka ini kan masih kelas 10. Kami siapkan beasiswa full," tegasnya.

Respons Orang Tua

Hardy mengatakan, telah bertemu langsung dengan kedua siswi dan orang tuanya. Mereka pun merespons baik pemberian beasiswa ke luar negeri ini.

"Kami sudah ketemu. Mereka merespons baik dan ini sebagai penyemangat bagi mereka," ucapnya.

Ia meminta agar kedua siswi ini agar tak putus asa dengan keputusan panitia Paskibraka pusat tersebut. Dan berharap terus berprestasi. PT INTI sendiri tetap menghormati keputusan itu.

“PP INTI menghormati kewenangan panitia dan institusi terkait dalam proses seleksi tersebut. Namun pada saat yang sama, kami berharap seluruh proses dapat dijelaskan secara proporsional dan transparan demi menjaga kepercayaan publik serta semangat persatuan dalam keberagaman,” pungkasnya.

Gagalnya CYL Lolos Paskibraka

Sebelumnya, beredar narasi di media sosial tentang seorang siswi berinisial CYL yang disebut gagal menjadi anggota Paskibraka nasional mewakili Sulawesi Selatan usai namanya dicoret dari 10 besar peserta Paskibraka.

CYL disebut digantikan oleh orang lain yang tidak masuk 10 besar peserta Paskibraka.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengungkapkan alasan CYL tak lolos. Ia mengatakan, CYL punya kondisi penglihatan kurang tajam dan telapak kakinya datar.

"Kalau bukan karena matanya, penglihatannya agak kabur. Kemudian kakinya juga ada, apa istilahnya, flat foot atau telapak kaki datar," ungkap Jufri, Selasa (26/5).

Selain itu, meskipun punya nilai yang bagus, masih ada peserta lain yang mengungguli CYL.

"Sejak tahapan seleksi calon peserta ke Jakarta, sudah ada peserta lain yang memiliki nilai lebih tinggi dari CYL," kata Jufri.

Meski gagal menjadi Paskibraka di tingkat pusat, CYL tetap akan bertugas menjadi Paskibraka di tingkat Provinsi Sulsel.