Siti Fadilah Kirim Surat dari Penjara untuk Jokowi, Beri Saran Penanganan Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat sidang Peninjauan Kembali di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat sidang Peninjauan Kembali di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Virus corona masih menjadi wabah di Indonesia. Sudah ribuan orang yang menjadi pasien positif virus yang menimbulkan COVID-19 itu.

Eks Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari turut memantau bagaimana wabah corona ini serta penanganan yang dilakukan Pemerintah. Meski, saat ini ia sedang berada di Rutan Pondok Bambu menjalani pidananya terkait kasus korupsi alat kesehatan.

embed from external kumparan

Saat menjabat Menkes, Siti Fadilah sempat menghadapi kondisi serupa, yakni wabah flu burung.

Terkait wabah corona ini, Siti mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Ia memberikan sejumlah saran untuk Pemerintah dalam menangani pandemi ini.

Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock

Salah satunya, ia menekankan hal yang sangat penting dilakukan ialah menghentikan penyebaran virus. Caranya ialah dengan tes secara massal. Tujuannya ialah untuk memisahkan mana yang terinfeksi dan tidak.

Ia pun menyarankan Pemerintah untuk memakai alat rapid test yang sensitif dan false negatifnya rendah. Menurut dia, rapid test yang digunakan sebaiknya adalah yang molecular base.

Hal itu agar menghemat waktu dan biaya karena harus tes berulang-ulang.

kumparan post embed

Selain itu, ia menyarankan reagen pada PCR untuk mendeteksi virus sebaiknya menggunakan primer atau reagen yang dibuat berdasarkan virus corona strain Indonesia agar deteksinya lebih valid, dibanding memakai dari luar yang belum tentu cocok dengan virus yang ditemukan di Indonesia.

Tak hanya itu, ia pun meminta pemerintah juga memperhatikan rakyat yang terdampak, yakni dengan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Berikut isi lengkap surat Siti Fadilah Supari untuk Presiden Jokowi. Surat ini dibagikan oleh pengacara Siti Fadilah, Achmad Kholidin.

Pak Jokowi yang terhormat,

Bersama surat ini saya dari dalam penjara, izinkanlah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap bangsa kita yang sedang menghadapi wabah Corona ini.

Lewat surat ini juga, ijinkan saya menyampaikan beberapa masukan usulan beberapa hal yang sederhana saja,-- untuk memperkuat kebijakan bapak yang sudah bapak tetapkan dalam mengatasi wabah Corona ini.

Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih kepada bapak atas pendirian bapak tidak serta merta menetapkan Situasi Darurat Nasional dan tidak memberlakukan Lock Down seperti yang dilakukan di beberapa negara lain. Itu keputusan yang bijaksana untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Saat ini tujuan kita yang utama adalah menghentikan penularan wabah Corona sehingga dapat menurunkan angka kematian.

Menurunkan penularan akan efektif bila pertama-tama dilakukan screening massal serentak. Kalau tidak bisa semua wilayah, kita bisa memilih daerah dengan zona merah saja. Di zona merah itu perlu dilakukan deteksi dengan screening massal serentak, mencari mana yang positif dan mana yang negatif. Pisahkan yang positif. Dari yang positif ini ada yang simptomatik atau bergejala dan ada 90 persen yang asimptomatik atau tidak bergejala,-- inilah kemudian bisa menularkan ke orang lain. Setelah jelas terpilah, maka bisa dilakukan PSBB dengan aman.

Tapi kalau belum dilakukan screening, maka kemungkinan terjadi penularan di area PSBB masih sangat mungkin.

Misal satu orang dalam keluarga positif dan asimptomatik apakah tidak tertular pada anggota keluarganya? Kalau rumahnya besar satu orang satu kamar bisa tidak menular.

Tapi karena tidak tahu mana yang positif dan mana yang negatif maka kalau pas waktu makan akan kumpul bersama. Apalagi kalau rumah kecil 45 m2 ada berisi 5 orang apakah bisa tidak tertular?

Maka screening massal serentak pada zona merah adalah sangat penting. Jika penularan turun maka otomatis angka kematian juga ikut turun.

Mohon maaf Pak,-- untuk itu kita membutuhkan alat rapid test yang sensitif dan false negatifnya rendah. Sebaiknya rapid test yang digunakan adalah yang molecular base.

Agar tidak buang waktu dan biaya karena harus tes berulang-ulang, sementara penyebaran berlanjut.

Primer atau reagen pada PCR untuk mendeteksi virus sebaiknya menggunakan primer atau reagen yang kita buat sendiri berasal dari virus Corona strain Indonesia, agar deteksinya lebih valid, ketimbang pakai yang dari luar yang belum tentu cocok dengan virus yang ditemukan di Indonesia. BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) telah mulai melakukan ini.

Pak Jokowi yang baik, jangan biarkan rakyat kita menangis. Perintah bapak untuk segera memenuhi kebutuhan dasar bagi rakyat di dalam wilayah PSBB sudah sangat jelas. Namun di tingkat bawah saat ini masih belum bisa merasakan kebijakan tersebut. Saya dengar bantuan sosial belum diterima sebagian besar rakyat kita. Padahal rakyat sudah lebih sebulan harus tinggal di rumah dan tidak bekerja sebulan sebelum PSBB diberlakukan.

Mohon maaf pak, rakyat kita butuh kerja hanya untuk bisa makan setiap hari. Sementara itu sampai saat ini dapur-dapur umum belum serius didirikan oleh para lurah dan kepala desa.

Dengan adanya PSBB di beberapa daerah,-- mohon sangat ada monitoring dan evaluasi di daerah-daerah tersebut,--apakah kebijakan pak Presiden soal bantuan sosial sudah sampai pada rakyat yang membutuhkan? Apakah dapur-dapur umum sudah berdiri di setiap kelurahan dan desa?

Demikian halnya dengan rumah-rumah karantina buat ODP dan PDP yang seharusnya sudah ada di tingkatan desa dan kelurahan.

Oh iya, Pak, setahu saya Kementerian Kesehatan punya bidan-bidan desa yang barusan jadi CPNS beberapa waktu lalu. Mereka punya jadwal rutin Posyandu. Mereka juga sudah biasa door to door memeriksa kesehatan rakyat di desa. Bidan desa dan posyandu bisa jadi salah satu ujung tombak monitoring dan evaluasi maupun untuk screening

Pak Jokowi yang baik, pada bapaklah kami semua rakyat Indonesia menggantungkan keselamatan masa depan bangsa dan negara ini. Semoga kita bisa secepatnya menang dari wabah Corona.

Jangan ragu dan tetaplah yakin Allah SWT akan menolong kita semua.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Jakarta, Rutan Pondok Bambu,

Jumat, 24 April 2020

Hormat saya,

Siti Fadilah Supari

embed from external kumparan

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.