Situasi COVID-19 di Vietnam: Kasus dan Kematian Terus Meroket

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita berjalan melewati toko tertutup di sepanjang jalan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Foto: Manan VATSYAYANA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita berjalan melewati toko tertutup di sepanjang jalan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Foto: Manan VATSYAYANA/AFP

Sama seperti sejumlah negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, Vietnam juga tengah diadang badai pandemi COVID-19. Pekan ini, negara tersebut mencatat rekor penambahan kasus harian hingga di atas 1.000 infeksi.

Pada Senin (5/7), Vietnam mulai mencetak rekor penambahan kasus tertinggi mereka sejak pandemi dimulai, yakni dengan 1.102 kasus. Ini merupakan kali pertama Vietnam mengalami penambahan kasus baru di atas 1.000 dalam sehari.

Angka kasus harian pada Selasa (6/7) dan Rabu (7/7) juga serupa. Bahkan, penambahan pada hari Rabu, yaitu sebanyak 1.314 kasus, menjadi yang tertinggi melampaui peningkatan pada Senin.

Penambahan kasus harian pada Kamis (8/7) sempat mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, yaitu dengan 425 infeksi. Sementara kematian tercatat 0 jiwa.

Gelombang pandemi di Vietnam mulai terjadi pada awal Mei dan grafiknya terus menanjak. Tetapi, peningkatan yang signifikan baru terlihat ketika memasuki bulan Juli.

Bahkan, menurut data yang dihimpun oleh Worldometers.info, tren kasus COVID-19 Vietnam sepekan terakhir melesat tajam dibandingkan dengan pekan lalu. Tak tanggung-tanggung, peningkatan mencapai 104%.

Pekan lalu, total kasus COVID-19 Vietnam dalam kurun waktu 7 hari adalah 3.344 kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 6.809 kasus pada sepekan terakhir ini.

Polisi Vietnam mengenakan masker saat berjaga di pos pemeriksaan di komune Son Loi di provinsi Vinh Phuc, Vietnam. Foto: AFP/NHAC NGUYEN

Tren kematian akibat corona satu pekan terakhir juga meroket, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan tren penambahan kasus.

Tercatat, pada sepekan terakhir, sebanyak 23 pasien meninggal dunia. Angka ini bertambah dari sepekan sebelumnya yang berada pada angka 9 jiwa. Berarti, terjadi peningkatan hingga 156% pada tren kematian akibat COVID-19 di Vietnam.

Kini, total kasus COVID-19 Vietnam mencapai 24.810 kasus, dengan kematian sebanyak 104 jiwa.

Di tengah lonjakan kasus ini, Vietnam akhirnya kembali menerapkan pembatasan kegiatan superketat pada Kamis (8/7), dan akan berlaku mulai Jumat (9/7). Kebijakan ini berlangsung hingga 15 hari ke depan.

Puluhan penerbangan ditangguhkan sementara. Moda transportasi publik juga terpaksa harus dihentikan, baik dari maupun ke Ibu Kota Hanoi.

"Jumlah orang yang melakukan perjalanan ke Ibu Kota sangatlah tinggi, dengan adanya potensi ancaman menyebarkan virus corona ke masyarakat," ujar Pemerintah Vietnam, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (8/77).

Seluruh warga Vietnam diperingatkan untuk diam di rumah dan hanya diperbolehkan keluar jika ada urusan yang mendesak.

Sejak akhir April, Vietnam telah berjibaku menahan lonjakan kasus yang terjadi di kawasan industri yang berlokasi di provinsi-provinsi utara Vietnam.

Tetapi, wabah menyebar dengan cepat di wilayah selatan, termasuk Kota Ho Chi Minh yang berlokasi 1.100 km dari Hanoi.

Sejumlah poster soal virus corona terpasang di Kota Hanoi, Vietnam, Senin (20/4). Foto: Reuters/Kham

Vaksinasi COVID-19 yang lambat di Vietnam menjadi salah satu faktor penyebab tak tertahannya penyebaran virus corona saat ini.

Dari data yang dihimpun Our World in Data, hingga 7 Juli 2021, Vietnam baru menyuntikkan vaksinasi dosis penuh pada 0,3% dari total populasi 98,70 juta orang. Berarti, baru sekitar 241 ribu warganya yang sudah terimunisasi.

Baru 3,9% dari total populasi yang sudah divaksinasi setidaknya satu dosis, atau sekitar 3,7 juta warga.

Oleh karena itu, Pemerintah Vietnam pada Jumat (9/7) mengumumkan strategi percepatan vaksinasi, dengan target 50% warga berusia 18 tahun ke atas harus sudah diimunisasi per akhir tahun ini.

Kemudian pada akhir Maret 2022, vaksinasi ditargetkan telah mencapai 70% dari total penduduk dewasa Vietnam.