Situs Istana Kerajaan Negeri Padang di Sumut Terbakar, Bocah 5 Tahun Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022).  Foto: Humas Polres Tebing Tinggi
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi

Situs bersejarah peninggalan kerajaan Melayu berupa Istana Kerajaan Negeri Padang di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terbakar. Akibat insiden ini, seorang bocah laki-laki bernama Zio Dwi (5) tewas terjebak di dalam istana.

Korban merupakan anak penjaga istana, Rizka Ginaldo Lubis. Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, AKP Agus Arianto mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (13/3) kemarin, pukul 14.30 WIB.

“Telah terjadi kebakaran 1 unit rumah panggung adat Melayu, tepatnya di rumah milik keluarga Tengku Emil Hendra Utama di Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi,” ujar Agus, Senin (14/3).

Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi

Sebelum kebakaran, kata Agus, kakak korban Zidan dan temannya Rafa, sedang bermain di dalam kamar pamannya yang masih di dalam kompleks Istana Kerajaan Negeri Padang. Saat itu, keduanya sedang membakar kertas. Diduga hal ini yang menjadi pemicu kebakaran.

Saat kejadian, orang dewasa yang berada di lokasi hanya paman korban bernama Supardi. Namun sang paman sempat meninggalkan kompleks bersejarah itu untuk membeli rokok di warung.

“Selanjutnya sekira pukul 14.30 WIB Supardi pulang dari membeli rokok kemudian melihat asap hitam keluar dari sela-sela ventilasi dan atap belakang rumah,” ujar Agus.

Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi

Saat kejadian, Supardi berusaha menolong korban. Namun upayanya tidak berhasil.

“Saksi (Suparadi) hendak ke dalam rumah untuk menyelamatkan keponakannya, Zio, dan kemudian api sudah semakin membesar sehingga saksi tidak dapat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan keponakannya,” ujar Agus.

Sekitar pukul 15.00 WIB, enam unit mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi. Api baru bisa dipadamkan pukul 18.00 WIB.

“Baru setelah itu, Zio Dwi Anggara Lubis baru ditemukan hangus terbakar dan meninggal dunia,” ujar Agus.

Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi

Berdasarkan data dari Dispora Kota Tebing Tinggi, Istana Kerajaan Negeri Padang ini dibangun pada 1800-an oleh Raja Tengku H. Muhammad Nurdin. Sebelum terbakar, istana yang berbentuk rumah panggung ini masih berdiri kokoh meski sudah berumur lebih dari 2 abad.

Renovasi memang pernah dilakukan, namun hanya sebagian kecil yang diperbaiki, sehingga bentuk bangunan masih sama seperti saat pertama kali dibangun.

Istana Kerajaan Negeri Padang. Foto: dispora.tebingtinggikota.go.id/istana-negeri-padang
Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi
Kondisi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Negeri Padang yang terbakar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (13/3/2022). Foto: Humas Polres Tebing Tinggi