Skema Baru Pemerintah Cari Pendanaan Alternatif Proyek Infrastruktur

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Tol Bawen-Salatiga (Foto: Dok MTI)

Pembangunan proyek strategis nasional kerap terkendala masalah pembebasan lahan dan pencairan dana. Pemerintah pun mencari cara untuk mengatasi masalah ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Keuangan dan sejumlah badan usaha melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang penggunaan dana badan usaha terlebih dahulu untuk pengadaan tanah di tahun 2017.

Penandatanganan ini melibatkan badan usaha yang mengerjakan proyek 32 ruas jalan tol dengan total anggaran sebesar Rp 13,28 triliun serta 6 badan usaha yang menangani pengerjaan 24 bendungan dengan total anggaran Rp 2,37 triliun.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, maka anggaran pembebasan lahan pembangunan jalan tol dan bendungan akan ditangani terlebih dahulu oleh masing-masing badan usaha sambil menunggu pencairan dana dari APBN melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menganggap dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini akan mempercepat pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol dan bendungan.

"Terobosan ini dapat mempercepat pengadaan tanah dalam kebutuhan umum khususnya tol dan bendungan, sehingga bisa selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi masyarakat banyak," kata Basuki saat ditemui di Auditorium Kementerian PUPR, kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (14/6).

Tidak hanya itu, penggunaan cara ini juga dipakai untuk meminimalisir agar proyek ini tidak mangkrak. Sehingga pembangunan jalan tol dan bendungan bisa selesai sesuai target.

"Dalam menyusun anggaran tahun 2018 salah satu kriterianya jangan sampai ada program dikerjakan 2014 kemarin jadi mangkrak, itu jadi prioritas utama. Targetnya (selesai proyek) macam-macam, kalau bendungan ada yang sudah selesai 2018, 2020, untuk tol untuk yang selesainya 2017," katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman ini. Sebab menurutnya persoalan pembebasan lahan selalu menjadi momok menakutkan bagi proyek pembangunan infrastruktur.

Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

"Kalau ada proyek infrastruktur, pengadaan tanah itu momoknya. Kita ingin suatu percepatan," ucap Mardiasmo.

Kerena itu, ia berharap agar penandatanganan nota kesepahaman segera dieksekusi. Sehingga sejumlah proyek infrastruktur bisa langsung dikerjakan dan selesai tepat waktu.

"Rakyat tidak lihat MoUnya. Yang rakyat mau lihat itu hasilnya dengan real actionnya," tutup Mardiasmo.

Adapun 32 proyek ruas jalan Tol dan 24 bendungan di antaranya adalah

Tol Trans Jawa

Pejagan-Pemalang

PT Pejagan Pemalang Toll Road

Pemalang-Batang

PT Pemalang Batang Toll Road

Batang-Semarang

PT Jasamarga Semarang Batang

Semarang-Solo

PT Trans Marga Jateng

Solo-Ngawi

PT Solo Ngawi Jaya

Ngawi-Kertosono

PT Ngawi Kertosono Jaya

Kertosono-Mojokerto

PT Marga Harjaya Infrastruktur

Surabaya-Mojokerto

PT Jasamarga Surabaya Mojokerto

Non Trans Jawa

Gempol-Pasuruan

PT Trans Marga Jatim Pasuruan

Pandaan-Malang

PT Jasamarga Pandaan Malang

Soreang-Pasir Koja

PT Citra Marga Lintas Jabar

Gempol-Pasuruan

PT Trans Jatim Pasuruan

Cileunyi-Sumedang-Dawuan

PT Citra Karya Jabar Tol

Serang-Panimbang

PT Wijaya Karya Serang Panimbang

Ciawi-Sukabumi

PT Trans Jabar Tol

Jabodetabek

Cimanggis-Cibitung

PT Cimanggis Cibitung Tollways

Cibitung-Cilincing

PT MTD CTP Expressway

Bekasi-Cawang-Kp Melayu

PT Kresna Kusuma Dyandra

Cengkareng-Batuceper-Kunciran

PT Jasamarga Kunciran Cengkareng

Kunciran-Serpong

PT Marga Trans Nusantara

Serpong-Cinere

PT Cinere Serpong Jaya

Cinere-Jagorawi

PT Translingkar Kita Jaya

Depok-Antasari

PT Citra Wassphutowa

Bogor Ring Road

PT Marga Sarana Jabar

6 Ruas Tol Dalam Kota

PT Jakarta Toll Road Development

Sumatera dan lainnya

Bakaheuni-Terbanggi Besar

PT Hutama Karya

Medan-Kualanamu-Tebingtinggi

PT Jasamarga Kualanamu Tol

Medan-Binjai

PT Hutama Karya

Pekanbaru-Kandis-Dumai

PT Hutama Karya

Palembang-Indralaya

PT Hutama Karya

Manado-Bitung

PT Jasamarga Manado Bitung

Balikpapan-Samarinda

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda

Terbanggi Besar-Pematang Panggang

PT Hutama Karya

Pematang Panggang-Kayu Agung

PT Hutama Karya

Proyek Bendungan

Bendungan Keureuto

Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh

PT Brantas Abipraya

Bendungan Way Sekampung

Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung (paket I)

PT Pembangunan Perumahan

Bendungan Way Sekampung

Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung (paket II)

PT Waskiya Karya

Bendungan Karian Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

PT Wijaya Karya

Bendungan Ciawi (Cipayung) Kabupaten Bogor, Jawa Barat

PT Brantas Abipraya

Bendungan Sukamahi Kabupaten Bogor, Jawa Barat

PT Wijaya Karya

Bendungan Cipanas Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

PT Wijaya Karya

Bendungan Kuningan, Jawa Barat

PT Wijaya Karya

Bendungan Leuwikeris Ciamis, Jawa Barat

PT Pembangunan Perumahan

Bendungan Bendo Ponorogo, Jawa Timur

PT Wijaya Karya

Waduk Gongseng Bojonegoro, Jawa Timur

PT Hutama Karya

Waduk Pidekso Wonogiri, Jawa Tengah

PT Pembangunan Perumahan

Bendungan Tugu Trenggalek, Jawa Timur

PT Wijaya Karya

Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan

PTBrantas Abipraya

Bendungan Lolak, Boolang Mongondow

PT Pembangunan

Bendungan Kuwil Kawangkoan, Minahasa Utara (paket I)

PT Wijaya Karya

Bendungan Kuwil Kawangkoan, Minahasa Utara (paket I)

PT Nindya Karya

Bendungan Ladongi, Sulawesi Tenggara

PT Hutama Karya

Bendungan Paselloreng Wajo, Sulawesi Selatan

PT Wijaya Karya