Skema Pergerakan Jemaah saat Puncak Haji di Armuzna
·waktu baca 2 menit

Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan skema pergerakan jemaah haji Indonesia saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, mengatakan pergerakan jemaah di Armuzna melibatkan pengelompokan berdasarkan syarikah dan markaz.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga membentuk kafilah ad hoc untuk mengefisiensi pergerakan. Ada juga war room yang dibentuk antara PPIH dan syarikah untuk sinkronisasi data.
Hilman mengungkapkan ada tiga skema utama pergerakan jemaah haji. Pertama, skema reguler yang diikuti mayoritas jemaah haji Indonesia.
"Skema reguler mencakup 67 persen jemaah atau sekitar 136 ribu orang," ungkap Hilman saat konferensi pers di Kantor Daker Makkah, Senin (2/6).
Kedua, skema murur yang melibatkan sekitar 67 ribu jemaah. Skema murur memungkinkan jemaah langsung dari Arafah ke Mina tanpa turun di Muzdalifah.
"Ini kami siapkan untuk efisiensi dan kenyamanan jemaah," terang Hilman.
Skema ketiga adalah tanazul dengan target 37 ribu jemaah. Jemaah tanazul akan melontar jumrah pada 10 Zulhijjah, lalu kembali ke hotel. Mereka tidak mabit di Mina, melainkan langsung ke pemondokan. Jemaah tanazul kebanyakan yang tinggal di hotel wilayah Syisyah dan Raudhah.
Hilman menegaskan perhatian khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas. Mereka mengikuti Safari Wukuf Khusus dengan fasilitas pendampingan, termasuk pengawalan medis dan hotel transit selama puncak haji.
Hilman menjelaskan pergerakan terakhir dari Makkah ke Arafah berangkat 8 Zulhijjah atau Rabu tengah malam pukul 00.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Jemaah murur bergerak dari Arafah ke Muzdalifah pada 9 Zulhijjah atau Kamis pukul 19.00 WAS. Sedangkan jemaah reguler ke Muzdalifah mulai pukul 22.00 WAS.
Dari Muzdalifah ke Mina menggunakan angkutan transportasi sistem taraddudi hingga menjelang Subuh. Setelah itu, jemaah akan kembali ke Makkah secara bertahap. Proses ini disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi lapangan.
“Kami terus konsolidasikan data agar tidak ada jemaah tercecer,” tutur Hilman.
Hilman menegaskan tidak boleh ada jemaah yang terabaikan. Petugas haji Indonesia akan menyisir hotel-hotel di Makkah saat pendorongan jamaah ke Arafah berakhir.
Pada musim haji 2025, Indonesia mendapat kuota 221.000 jemaah. Sebanyak 203.320 berasal dari jemaah haji reguler. Sementara kuota jemaah haji khusus mencapai 17.680 orang yang dilayani oleh 335 PIHK. Para jamaah haji Tanah Air saat ini sudah berada di Makkah.
