SMRC: Elektabilitas PDIP Kuat Beberapa Tahun Terakhir karena Jokowi dan Ganjar

Lembaga Saiful Mujani Research & Consulting mengeluarkan survei terbaru mereka yang bertajuk 'Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional'.
Dalam survei tersebut, menunjukkan elektabilitas PDIP menguat dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini. Apa faktor yang mempengaruhi?
Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas menyebut ada dua sosok yang berdampak pada elektabilitas PDIP, yaitu Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP.
"Di samping Presiden Jokowi, PDIP sekarang punya tokoh yang disukai pemilih, yakni Ganjar Pranowo. Kuatnya PDIP dalam tahun terakhir terakhir tidak bisa dipisahkan dengan Ganjar Pranowo," ujar Abbas dalam paparannya, Selasa (28/12).
Dalam hasil survei terbarunya, PDIP masih unggul dengan elektabilitas sebesar 25,2 persen, diikuti Partai Golkar 11,2 persen dan Partai Gerindra 10,8 persen.
Dari 25,2 persen tersebut, sebanyak 46 persen di antaranya memilih Ganjar sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
"Sebesar 46 persen pemilih PDIP beririsan dengan pemilih Ganjar Pranowo, dan hanya 10 persen yang beririsan dengan Puan Maharani," tegas Abbas.
Abbas menjelaskan, kenaikan suara PDIP sejak 2014 sampai Desember 2021 tidak terpisahkan dengan munculnya Jokowi maupun Ganjar. Jika Jokowi disukai rakyat jelang 2014 dan hingga sekarang, sementara Ganjar terlihat sejak setelah Pemilu 2019.
Selain itu, tingginya suara PDIP juga karena puas dengan kinerja Presiden Jokowi.
"Faktor utama yang menyebabkan kemajuan ini adalah kinerja presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP sendiri. Sejauh ini publik umumnya merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. PDIP yang diuntungkan oleh penilaian publik ini karena Jokowi adalah kader PDIP," tuturnya.
Lantas, bagaimana hasil eksperimen SMRC apabila Ganjar tetap dicalonkan tanpa didukung PDIP, yang kemungkinan bisa mendukung Prabowo maju di Pilpres 2024?
"Maka elektabilitas Ganjar tidak berbeda signifikan dengan yang diraihnya sekarang jika dalam pilpres ia bersaing melawan Prabowo. Ganjar cenderung akan unggul, bahkan kalau Prabowo berpasangan dengan Puan," jelas Abbas.
Sedangkan SMRC menilai partai-partai lain sementara tidak akan bisa menyaingi PDIP karena tidak ada sosok seperti Jokowi dan Ganjar, yang selama ini menjadi daya tarik partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
"Di samping Jokowi, pasca Pemilu 2019, Ganjar muncul sebagai tokoh yang disukai pemilih. Ia kemudian menjadi magnet yang juga menarik pemilih bagi PDIP," ucap dia.
"Partai-partai lain tidak punya kader dengan daya tarik sekuat Jokowi dan Ganjar. Ini yang menjelaskan mengapa partai-partai itu tidak bisa bersaing sementara ini dengan PDIP," tutup Abbas.
Survei terbaru SMRC dilakukan pada 8-16 Desember 2021 dengan melibatkan 2.420 responden, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 2,2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
