SMRC: Prabowo Ketum Parpol Paling Moncer di Pemilih Kritis, Lainnya di Bawah 3%

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Prabowo Subianto kunjungi PT Dirgantara Indonesia, Rabu (2/2/2022). Foto: Biro Humas Setjen Kemhan
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo Subianto kunjungi PT Dirgantara Indonesia, Rabu (2/2/2022). Foto: Biro Humas Setjen Kemhan

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan, selain Ketum Gerindra Prabowo Subianto, tokoh partai politik minim dukungan sebagai capres di kalangan pemilih kritis. Dalam berbagai simulasi, dukungan terhadap elite atau pimpinan parpol selain Prabowo tak sampai 3%, bahkan 0%.

Dalam simulasi semi terbuka dengan daftar 29 nama, misalnya, Prabowo Subianto meraih dukungan 13,7%. Sementara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanya mendapat dukungan 2,6%, Ketua DPP PDIP Puan Maharani 1,1%, sementara lainnya tak sampai 0,5%.

"Kalau calon-calon itu hanya Ketua Partai, di semi terbuka Prabowo yang paling kuat. Golkar, Airlangga Hartarto 0,4%. Lalu PDIP, Puan Maharani 1,1%," kata Pendiri SMRC Saiful Mujani dalam paparan survei bertajuk Kecenderungan Pilihan Presiden Pemilih Kritis Nasional di YouTube SMRC, Senin (28/2).

"Demokrat, AHY 2,6%. PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 0,1%. NasDem, Surya Paloh 0,1%. PAN Zulkifli Hasan 0,2%. PKS, Salim Segaf, Ahmad Syaikhu, 0%," imbuh dia.

Selanjutnya di simulasi 15 nama, Prabowo meraih 14,3%, AHY 2,5%, Puan Maharani 1,7%, Airlangga 0,6%, dan Cak Imin 0,2 persen. Lainnya tak masuk atau 0%.

Sementara dalam simulasi spontan atau top of mind, dukungan kepada para elite dan pimpinan parpol semakin rendah. Prabowo Subianto meraih dukungan 10,4%. AHY 1,2%, dan Puan Maharani meraih 0,6%.

Survei SMRC pilihan presiden di kelompok pemilih kritis 8-10 Feb 2021. Foto: SMRC

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Golkar meraih Airlangga Hartarto 0,3%; Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha 0,1%; Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo 0,1%; dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 0,1%.

Tokoh-tokoh partai lainnya seperti Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra, dan Presiden PKS Ahmad Syaiku, masing-masing mendapat dukungan 0,0%.

“Kalau yang bersaing dalam pemilihan presiden hanya pimpinan-pimpinan partai, yang berpeluang paling besar adalah Prabowo,” ujar kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam kesempatan yang sama.

Survei SMRC dilakukan secara nasional melalui telepon dan diupdate terakhir pada 8-10 Februari 2022. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/telepon seluler.

Sebanyak 1.268 responden dipilih secara acak dari populasi tersebut dengan metode double sampling dan random digit dialing. Wawancara dengan responden dilakukan melalui telepon oleh pewawancara yang terlatih.

Margin of error survei diperkirakan +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Survei telepon sebelumnya dilakukan secara rutin setiap minggu dalam dua tahun terakhir.

Menurut SMRC, pemilih yang memiliki telepon merupakan indikasi kelompok pemilih kritis. Mereka cenderung punya kesempatan lebih besar untuk mendapat informasi sosial-politik dibanding yang tidak punya telepon, dan karena itu kritis dalam menilai berbagai persoalan.

Jumlah pemilih kritis dengan indikasi pemilik telepon sekitar 72% dari populasi pemilih nasional. Pemilih kritis umumnya berasal dari kelompok warga di perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan memiliki ketertarikan terhadap masalah politik. Mereka umumnya tidak mudah goyah atau dipengaruhi, dan sebaliknya bisa mempengaruhi pemilih lain.