SMRC Rilis Survei Kualitas Pemimpin: Mahfud-KDM Skor 7, Gibran-Kaesang Terbawah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Foto: YouTube/SMRC TV
zoom-in-whitePerbesar
Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Foto: YouTube/SMRC TV

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei opinion leaders tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik-transformatif.

Dalam survei tersebut, Mahfud MD memperoleh skor rata-rata kualitas tokoh tertinggi dengan nilai 7,6 dari skala 0–10.

Di posisi berikutnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memperoleh skor 7,0. Sejumlah tokoh lain juga memperoleh skor yang sama, yakni Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung.

Pendiri SMRC Saiful Mujani menjelaskan skor tersebut merupakan hasil penilaian terhadap kualitas kepemimpinan sejumlah tokoh berdasarkan berbagai kategori.

“Jadi rata-rata skornya kalau kita semua gabungkan dan dibagi sembilan. Mahfud 7,6, Ahok 7, Anies 7, Dedi Mulyadi 7, Zainal Arifin Mochtar 7. Jadi kurang lebih samalah tokoh-tokoh ini. Kemudian yang paling bawahnya, Kaesang, Gibran, Bahlil, Zulkifli Hasan, Prabowo 5,1 rata-ratanya,” kata Saiful dalam rilis survei SMRC secara daring, Kamis (15/10).

Saiful Mujani dari SMRC paparkan "Kepemimpinan Nasional Demokratik Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leaders", Kamis (15/10/2026). Foto: Dok. Youtube SMRC

Berdasarkan hasil survei itu, Mahfud dinilai sebagai tokoh dengan kualitas paling baik secara umum dibandingkan tokoh-tokoh lain yang masuk dalam studi.

“Itu temuan kami dari studi opinion leader ini tentang kualitas kepemimpinan nasional demokratik transformatif menjelang 2029. Nah, kalau kita lihat, kita simpulkan, dilihat dari berbagai ukuran atau representasi atau kelompok. Profesor Mahfud adalah yang secara umum dinilai yang terbaik, kira-kira begitu dari semua yang ada itu. Dengan skor paling tinggi, dari berbagai kategori. Itu Profesor Mahfud,” kata Saiful yang merupakan Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta itu.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat ditemui usai kegiatan Trophy Tour FIFA ASEAN Cup di Mall PVJ Bandung, Kamis (24/9/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Selain Mahfud, Saiful menyoroti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai tokoh yang penilaian positifnya dari opinion leaders sejalan dengan preferensi masyarakat secara umum. Menurutnya, keselarasan tersebut terlihat dari dukungan publik terhadap Dedi dalam sejumlah survei nasional.

“Kemudian ini mewakili antara persepsi positif opinion leader dengan preferensi di tingkat publik nasional terhadap dia. Dukungan terhadap dia, penilaian terhadap dia. Misalnya Dedi Mulyadi itu di survei-survei nasional yang suka sama Dedi itu di atas 90, sejauh ini ya. Jadi itu yang kedua. Tidak ada yang bisa, yang menyamai Dedi Mulyadi untuk kesejajaran antara opinion leader, evaluasi opinion leader dengan evaluasi massa secara umum,” katanya.

Saiful juga menyebut Ahok sebagai salah satu tokoh yang mewakili kalangan politisi yang saat ini tidak memiliki jabatan publik. Sementara itu, di antara tokoh-tokoh yang merupakan pimpinan partai politik, Agus Harimurti Yudhoyono dinilai memperoleh skor terbaik dibandingkan ketua partai lainnya yang masuk dalam penilaian.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kongres I Dewan Pengurus Nasional Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Pemprov DKI Jakarta

Adapun di antara tokoh politik yang saat ini memegang jabatan publik, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperoleh skor terbaik. Saiful juga menyoroti Zainal Arifin Mochtar sebagai intelektual independen yang selama ini bersikap kritis terhadap pemerintah.

“Nah, di antara politisi yang punya jabatan-jabatan tersebut dengan skor yang terbaik adalah Pramono Anung Wibowo. Kemudian intelektual independen yang kritis selama ini terhadap pemerintah, Zainal Arifin Mochtar,” katanya.

Saiful menyebut terdapat lima tokoh yang menjadi sorotan dalam studi SMRC, yakni Mahfud MD, Dedi Mulyadi, Ahok, Pramono Anung Wibowo, dan Zainal Arifin Mochtar. Kelima tokoh itu disebut mewakili kategori atau kelompok yang berbeda berdasarkan hasil penilaian.

Saiful Mujani dari SMRC paparkan "Kepemimpinan Nasional Demokratik Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leaders", Kamis (15/10/2026). Foto: Dok. Youtube SMRC

Skor Kualitas Tokoh

Dalam daftar rata-rata skor kualitas tokoh pada skala 0-10, Mahfud MD berada di posisi pertama dengan nilai 7,6, disusul Ahok dengan nilai 7,0. Sejumlah tokoh lain juga memperoleh skor 7,0, yakni Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung Wibowo.

Berikut daftar lengkap skor rata-rata kualitas tokoh yang dirilis dalam studi tersebut:

1. Mahfud MD — 7,6

2. Basuki Tjahaja Purnama — 7,0

3. Anies Baswedan — 7,0

4. Dedi Mulyadi — 7,0

5. Zainal Arifin Mochtar — 7,0

6. Pramono Anung Wibowo — 7,0

7. Sri Mulyani Indrawati — 6,9

8. Ganjar Pranowo — 6,8

9. Retno Marsudi — 6,8

10. Usman Hamid — 6,7

11. Sherly Tjoanda Laos — 6,7

12. Bivitri Susanti — 6,7

13. Saldi Isra — 6,7

14. Feri Amsari — 6,7

15. Agus Harimurti Yudhoyono — 6,5

16. Megawati Soekarnoputri — 6,4

17. Sudirman Said — 6,3

18. Sukidi — 6,3

19. Yusril Ihza Mahendra — 6,0

20. Ubedilah Badrun — 5,9

21. Andika Perkasa — 5,9

22. Surya Paloh — 5,7

23. Gatot Nurmantyo — 5,4

24. A. Muhaimin Iskandar — 5,4

25. Puan Maharani — 5,3

26. Almuzammil Yusuf — 5,3

27. Prabowo Subianto — 5,1

28. Zulkifli Hasan — 4,9

29. Bahlil Lahadalia — 4,9

30. Gibran Rakabuming Raka — 4,4

31. Kaesang Pangarep — 4,0

Saifiul Mujani dari SMRC paparkan "Kepemimpinan Nasional Demokratik Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leaders", Kamis (15/10/2026). Foto: Youtube SMRC TV

Sepuluh Kategori Penilaian

Penilaian kualitas tokoh dalam studi ini dilakukan berdasarkan sejumlah aspek yang berkaitan dengan kualitas personal dan kepemimpinan. Aspek-aspek tersebut meliputi kapabilitas atau kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, kemampuan memimpin, komitmen terhadap demokrasi, komitmen terhadap kesejahteraan umum, komitmen terhadap profesionalisme angkatan bersenjata dan polisi, serta komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif.

Hasil penilaian tersebut kemudian digunakan untuk menghitung skor rata-rata setiap tokoh dalam skala 0-10.

Metodologi Survei

SMRC menyatakan penilaian kualitas personal tokoh perlu dilakukan oleh responden yang memiliki pengetahuan terhadap seluruh tokoh yang dibandingkan. Hal ini diperlukan agar penilaian dilakukan secara setara atau apple to apple, bukan berdasarkan pengetahuan yang hanya mencakup sebagian tokoh.

Kelompok responden tersebut terdiri atas opinion leaders dengan latar belakang beragam, antara lain intelektual publik atau akademisi, pengamat, pimpinan media massa cetak, elektronik, dan daring, serta jurnalis senior yang biasa menjadi narasumber media massa.

Responden dicari melalui metode snowballing, terutama dengan menelusuri media massa nasional dan daerah.

SMRC menegaskan karena pemilihan responden tidak dilakukan secara random terhadap populasi opinion leaders, hasil studi ini lebih bersifat deskriptif daripada inferensial.

Survei ini melibatkan 200 opinion leaders, yang terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang dan 34 jurnalis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan sebagai responden atau penilai.