Soal Keamanan Jadi Alasan Koster Tolak Timnas Israel, Polda Pastikan Bali Aman
·waktu baca 2 menit

Masalah keamanan yang berpotensi membahayakan masyarakat menjadi salah satu alasan Gubernur Bali Wayan Koster menolak Tim Nasional (Timnas) Israel bertanding dalam Piala Dunia U-20 di Pulau Dewata.
Menanggapi itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan situasi keamanan Bali terpantau aman dan kondusif.
Polisi belum mendeteksi adanya potensi ancaman berbentuk teror dan sebagainya yang membahayakan keselamatan warga atau wisatawan.
"Situasi di bali aman kondusif, tidak ada (ancaman keamanan berbahaya). Kemudian dari hasil intelijen sementara belum ada mengarah ke sana (potensi ancaman keamanan berbahaya)," katanya saat dihubungi, Jumat (31/3).
Satake mengatakan, Polda Bali tetap mengantisipasi ancaman berbahaya dengan meningkatkan patroli dan keamanan di Bali.
"Terkait apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur pada perkembangannya kita akan pantau. Bahkan dari hasil intelijen belum ada yang mengarah ke sana (ancaman keamanan berbahaya), " kata Satake.
KTT G20 Jadi Bukti
Satake mengatakan Polda Bali sejatinya sudah siap menjaga keamanan dan keselamatan seluruh pihak terkait termasuk masyarakat dalam perhelatan Piala Dunia U-20.
Polda Bali sudah berpengalaman dalam hal pengamanan kegiatan internasional. Salah satunya pelaksanaan puncak KTT G20 yang digelar pada November 2022 lalu.
Satake mengatakan ada 3.679 personel yang ditugaskan menjaga keamanan selama pertandingan U-20. Personel ini terdiri dari TNI, Polri dan aparat keamanan desa adat atau pecalang.
"Perencanaan pengamanan U20 itu Polda sudah menyiapkan personel dan dieksistensi dari Mabes Polri. Nantinya pelaksanaan operasi dilaksanakan operasi pusat dikendalikan Mabes Polri," katanya.
