Soal Medali Nobel Machado ke Trump, Ini Penjelasan Komite Nobel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Medali hadiah Nobel. Foto: ProtoplasmaKid via Wikimedia commons.
zoom-in-whitePerbesar
Medali hadiah Nobel. Foto: ProtoplasmaKid via Wikimedia commons.

Maria Corina Machado memberikan medali Nobel Perdamaian yang ia terima kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Kamis (15/1). Lalu, apakah langkah ini menjadikan Trump sebagai pemenang Nobel?

Komite Nobel pun menjawab persoalan ini. Intinya, meskipun medali berpindah hal tersebut tak mengubah status penerima penghargaan yang asli.

"Apa pun yang terjadi kepada medali, sertifikat, atau uang hadiah, tetap saja status yang tercatat adalah penerima asli, sebagai pemenangnya," kata Komite Nobel, dilansir AFP, Jumat (16/1).

Presiden AS Trump bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado di Ruang Oval, di mana ia menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden, di Washington, DC, AS, dirilis 15 Januari 2026. Foto: Daniel Torok/Gedung Putih/Handout via Reuters

"Bahkan jika medali, atau surat diploma itu berpindah kepemilikan. Ini tidak mengubah siapa orang yang dianugerahi Nobel Perdamaian," imbuh mereka.

Tapi nobel enggan mengomentari kasus yang terjadi, yakni pemberian medali itu kepada Trump, termasuk proses politis yang kemungkinan terjadi.

Sebab, tak ada larangan bagi penerima anugerah terkait apa yang akan mereka lakukan terhadap sertifikat/surat diploma, medali dan uang yang mereka terima. Memang, ada beberapa kasus saat medali Nobel Perdamaian itu berpindah tangan.

Seperti medali Nobel Perdamaian milik jurnalis Rusia Dimitry Muratov yang dilelang hingga mencapai U$D 103,5 juta pada 2022, untuk membantu nasib anak-anak Ukraina yang harus mengungsi karena invasi Rusia. Atau medali Nobel milik fisikawan Denmark Niels Bohr dan August Krogh yang dilelang untuk membantu Finlandia menghadapi invasi Uni Soviet pada Perang Musim Dingin pada 1939-1940.

Pemandangan drone tulisan "Nobel 4 Trump" karya seniman pertanian Peter Winner di ladang, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Israel-Hamas menyepakati fase pertama gencatan senjata Gaza, dekat Kibbutz Maoz Haim, Israel, Kamis (9/10/2025). Foto: Guy Sherry/Reuters

Lalu saat Jerman menduduki Denmark pada 1940, fisikawan Jerman yang juga menang Nobel, Max von Laue dan James Franck memberikan medalinya ke Bohr dan Krogh.

Machado sendiri dianugaerahi Nobel Perdamaian atas upayanya untuk mempertahankan hak-hak demokratis bagi warga Venezuela, dan mencapai transisi dari kediktatoran ke demokrasi.

Ia dianugerahi gelar Nobel Perdamaian 2025, dan kala itu, pesaingnya adalah Donald Trump yang berkampanye bahwa ia berhak mendapat medali Nobel atas upayanya menghentikan 8 perang, salah satunya perang antara Israel-Hamas di Gaza.

Machado sendiri baru menerima penghargaan tersebut di Oslo pada Desember 2025, setelah upayanya kabur dari Venezuela, dan pada Kamis (15/1) memberikannya pada Trump.