Soal Penyuntikan Vaksin Corona, Anies-Riza Serahkan ke Ahlinya

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memindahkan kontainer berisi vaksin corona Sinovac setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (31/12). Foto: Muchlis Jr/Istana Presiden/via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memindahkan kontainer berisi vaksin corona Sinovac setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (31/12). Foto: Muchlis Jr/Istana Presiden/via Reuters

Pada pekan kedua dan ketiga Januari, Pemprov DKI Jakarta rencananya mulai menyuntikkan vaksin corona ke tenaga kesehatan. Usai tenaga kesehatan, kelompok prioritas yang akan menerima vaksin yakni aparat pemerintah, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur.

Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pernah menjadi pasien corona pada akhir 2020. Dalam aturan Kementerian Kesehatan, penyintas atau orang yang sudah pernah terinfeksi corona tak bisa disuntikkan vaksin. Lalu, bagaimana dengan Anies-Riza?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersepeda bersama pada Jumat (2/10). Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Riza mengatakan, menyerahkan sepenuhnya keputusan vaksinasi dirinya dan Anies ke Dinas Kesehatan DKI. Dia memastikan siap mengikuti seluruh instruksi Kemenkes dan Dinkes terkait vaksinasi.

"Itu kami serahkan ke Dinkes, saya bukan dokter, bukan ahlinya. Saya mengikuti saja, Pak Wagub baiknya seperti ini, Pak Gubernur sebaiknya, kita ikut. Kita serahkan pada ahlinya," ujar Riza di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/1).

Truk yang membawa Envirotainer berisi vaksin corona Sinovac siap meninggalkan Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Dalam lembar skrining yang terdapat dalam SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan COVID-19, salah satu pertanyaan terkait pernah terinfeksi corona atau tidak.

Khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), jika salah satu dari pertanyaan dalam skrining ada jawaban 'Ya' maka orang yang terdaftar tak bisa divaksin.

"Jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan," dikutip rekomendasi PAPDI.