Soal Rencana Demo 27 Agustus, PW GPA Tolak Provokasi Pecah Belah Persatuan

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) DKI Jakarta Dedi Siregar menolak rencana aksi yang disebut akan digelar di Gedung DPR RI pada Kamis (27/8). Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi narasi yang berpotensi memecah persatuan.
Hal itu disampaikan Dedi dalam konferensi pers bertajuk “Tolak Provokasi, Tolak Aksi, Jaga Persatuan, Rawat Perdamaian” di Jakarta, Minggu (23/8).
Dedi mengatakan masyarakat memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia menekankan penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
"Menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan rakyat apabila narasi yang dibawa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Dedi.
Ia menyinggung informasi di media sosial terkait rencana aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB), dan Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI).
Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut tidak memiliki legitimasi untuk mengeklaim mewakili seluruh rakyat Indonesia. Ia mengingatkan masyarakat memiliki pandangan dan aspirasi yang beragam.
"Jangan karena membawa nama rakyat, kemudian merasa memiliki kewenangan untuk berbicara atas nama seluruh bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia sangat beragam dan jutaan masyarakat yang memiliki pandangan aspirasi dan pendapatan, pendapat yang berbeda," ujar dia.
Dedi juga meminta agar aksi penyampaian pendapat tidak berkembang menjadi tindakan provokatif, intimidatif, anarkis, atau perusakan fasilitas umum.
Ia menegaskan Jakarta merupakan rumah bersama sehingga keamanan dan ketenteraman masyarakat harus tetap dijaga.
"Kami tidak alergi terhadap kritik dan demonstrasi. Sebaliknya juga pihaknya memahami bahwa aksi penyampaian pendapat merupakan salah satu bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab," tegas Dedi.
Dedi mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial yang belum terverifikasi. Ia meminta persoalan bangsa diselesaikan melalui dialog dan mekanisme konstitusional.
“Kami pemuda menjadi pendingin suasana, bukan menjadi bensin yang memperbesar api konflik," ujar dia.
PW GPA DKI Jakarta juga menyerukan agar aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun fasilitas negara.
"Kami mendukung demokrasi tetapi menolak provokasi, kami menghormati kebebasan berpendapat tapi kami menolak tindakan yang memecah belah, dan kami mendukung penyampaian aspirasi tapi meminta seluruh pihak tetap menjaga marwah lembaga negara dan simbol negara dan juga kepentingan masyarakat di Jakarta," tegasnya.
Dedi berharap Jakarta tetap kondusif dan tidak menjadi arena konflik akibat kepentingan kelompok tertentu.
“Tolak provokasi. Tolak aksi konfrontatif. Jaga persatuan. Jaga kedamaian Jakarta," ujar Dedi.
