Soal WN Australia Mesum, Warga Tibubeneng Bali Minta Turis Hormati Norma Lokal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses penangkapan dan penyelidikan terhadap tersangka pelaku perbuatan asusila di kawasan pemukiman warga yang terletak di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.  Foto: Dok: Humas Polda Bali
zoom-in-whitePerbesar
Proses penangkapan dan penyelidikan terhadap tersangka pelaku perbuatan asusila di kawasan pemukiman warga yang terletak di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Foto: Dok: Humas Polda Bali

Wayan Suyadnya, pemilik rumah di Jalan Pantai Berawa, Bali, menceritakan kronologi perbuatan asusila yang dilakukan warga negara asing (WNA) di pekarangan rumahnya.

Menurut Suyadnya, kedua WNA tersebut datang dalam kondisi mabuk ke pekarangan rumahnya yang berada berseberangan dengan tempat hiburan malam.

"Ada istri, anak-anak, dan orang tua saya di rumah. Jadi, istri saya sedang mempersiapkan sesajen. Namun, kedua WNA tersebut masuk setelah melihat di pekarangan rumah tidak ada orang," kata Suyadnya saat ditemui di rumahnya di Tibubeneng, Jumat (28/8).

Kedua WNA tersebut kemudian masuk ke sudut pekarangan yang remang-remang dan melakukan perbuatan asusila dengan berpegangan pada pagar. Ayah Suyadnya yang pertama kali melihat keduanya sempat mengira mereka sedang mencuci kaki setelah datang dari pantai.

Sekitar 10 menit kemudian, suara keributan dari arah pekarangan masih terdengar. Kali ini, giliran istri Suyadnya yang hendak menghaturkan sesajen memergoki kedua WNA tersebut.

Melihat posisi keduanya seperti sedang bergumul, istri Suyadnya kemudian meneleponnya. Saat itu, Suyadnya sedang berada di jalan depan rumah untuk memasang informasi larangan parkir di trotoar. Dia mengaku belum berpikir bahwa kedua WNA tersebut sedang melakukan perbuatan asusila di pekarangan rumahnya.

Turis Diminta Hormati Norma

Suyadnya menilai banyaknya kejadian yang melibatkan WNA di sekitar rumahnya tidak terlepas dari lokasi permukiman yang berdekatan dengan kawasan wisata dan tempat hiburan.

Meski demikian, dia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi wisatawan asing agar lebih menghormati norma dan mengontrol perilaku saat berada di negara lain.

"Kami berharap, kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi wisatawan lainnya," ucapnya.

Ia mengaku sudah sangat jengkel dengan kejadian tersebut.

"Kami sudah merasa sangat jengkel dengan kejadian seperti ini yang terus berulang-ulang terjadi di tempat kami. Jadi sudah saatnya, karena kami punya bukti dan momen dalam rekamannya seperti kontras. Istri saya dengan sesajen, mereka melakukan hubungan seperti itu di pagar," ungkapnya.