Sofyan Djalil: Mafia Tanah Tak Akan Menang, Jangan Coba-coba

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ATR/ BPN Sofyan Djalil saat memberikan keterangan pers terkait Rakernas kementerian ATR/BPN 2020 di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ATR/ BPN Sofyan Djalil saat memberikan keterangan pers terkait Rakernas kementerian ATR/BPN 2020 di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menggelar jumpa pers terkait mafia tanah di Gedung Kementerian ATR/BPN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/10).

Di kesempatan itu, Sofyan Djalil memberi ultimatum kepada sindikat mafia tanah untuk tidak lagi berbuat sesuatu yang merugikan orang lain.

Pihaknya, lanjut dia, akan selalu memantau dan bertindak apabila ditemukan indikasi permainan mafia tanah.

"Dalam kesempatan ini juga kami ingin mengingatkan kepada para mafia tanah jangan coba-coba lagi, kalau di masa lalu kalian bisa melakukan secara leluasa, sekarang tidak bisa lagi, kita akan monitor, melakukan berbagai upaya," kata Sofyan Djalil, Senin (18/10).

Sejumlah dokumen sebagai barang bukti dalam konferensi pers tentang dua kasus mafia tanah di Main Hall Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (05/09/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sofyan Djalil juga menegaskan, jangan sampai kalah dengan mafia tanah. Oleh sebab itu, ia meminta untuk segera melaporkan ke aparat penegak hukum apabila sedang menjadi korban sindikat mafia tanah.

"Prinsip saya bilang kepada teman-teman tidak boleh mafia menang, tidak boleh mafia menang," ujarnya.

"Kalau mafia menang itu repot kita semua, maka dari itu, bekerja sama dengan aparat penegak hukum kemudian berkoordinasi dengan Komisi Yudisial kemudian berkoordinasi dengan Mahkamah Agung misalnya ada hal-hal yang perlu perhatian Mahkamah Agung supaya praktik jahat yang dilakukan para mafia makin berkurang dan mudah-mudahan kalah kita terus memerangi, akan hilang," tandasnya.

===

Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews