Sofyan Djalil Sesalkan Anak Muda Pilih Jadi Birokrat daripada Pebisnis

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menghadiri acara Awakening The Power of Economic From Masjid yang diadakan oleh Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Dalam sambutannya, Sofyan mengungkapkan apresiasinya kepada anak muda yang tergabung dalam ISYEF yang peduli terhadap perkembangan ekonomi. Sebab menurutnya sektor perekonomian di masa yang akan datang dibutuhkan peran anak muda.
Namun kata Sofyan saat ini tidak semua anak muda mau terjun berbisnis. Sofyan mengatakan sebenarnya dengan berbisnis akan menciptakan sumber kekayaan.
“Sayangnya selama ini di kalangan anak muda, ada kesalahpahaman. Kita lebih banyak menghargai pekerjaan yang kerja di sektor birokrasi, pemerintahan, atau yang lain. Kurang menghargai entrepreneurship dan kurang menghargai bidang usaha,” kata Sofyan di lokasi acara, Minggu, (16/4).
Padahal, kata Sofyan, sumber pertumbuhan ekonomi dan sumber penciptaan kekayaan berada di sektor bisnis.
"Orang mengatakan bisnis adalah engine (mesin) penciptaan kekayaan yang paling efektif,” tambahnya.
Sofyan mengungkapkan selama ini banyak juga keluarga pengusaha yang tidak memikirkan keberlanjutan usaha yang sudah dibangun. Mengenai hal itu Sofyan memberikan satu contoh pabrik rokok Jambu Bol di Kudus milik keluarga keturunan dari Arab. Tetapi perlahan pabrik tersebut bangkrut karena tidak ada yang mengurusnya dengan baik.
Sedangkan di tempat yang sama ada pabrik rokok Djarum yang saat ini tercatat pemiliknya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia karena bisa mengatur perusahaan dengan baik.
“Nah yang keluarga Jambu Bol ini anak-anaknya sekolah di Gajah Mada, ITB, di mana-mana, kemudian tidak ada satu pun yang kembali mengurus usaha orang tuanya. Keluarga Djarum sebaliknya. Hari ini keluaga Djarum itu orang terkaya di republik ini," ujarnya.
"Jambu Bol hari ini kalau pun ada pasar rokok, sangat, sangat kecil. Kenapa? Karena waktu itu di kalangan pengusaha muslim ini tidak menghargai usaha,” lanjut Sofyan.
Lebih lanjut Sofyan meminta kepada semua peserta yang hadir untuk lebih menekuni dunia usaha karena hal itu bisa menjadi bentuk kontribusi untuk kemajuan negeri.
Sofyan kemudian memberikan contoh salah satu sosok pengusaha muslim yang banyak berkontribusi bagi negeri adalah Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.
“Jika ini kita lakukan bersama, insyaallah Indonesia akan makmur, insyaallah kita akan menciptakan kemajuan bidang ekonomi dan harapan. Orang Islam selalu mengatakan bahwa negeri yang baldatun toytibatun wa robbun gofur di Indonesia ini bisa kita ciptakan,” pungkasnya.
