Soleh Solihun Komplain Pemprov DKI Rotasi Dadakan Pegawai, Ini Penjelasan Pram

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Soleh Solihun saat konferensi pers film dokumenter " Harta Tahta Raisa" Di epicentrum, Jakarta, Kamis, (30/5/2024). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Soleh Solihun saat konferensi pers film dokumenter " Harta Tahta Raisa" Di epicentrum, Jakarta, Kamis, (30/5/2024). Foto: Agus Apriyanto

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merotasi ribuan pegawai Pemprov belum lama ini. Mayoritas pegawai yang dirotasi adalah eselon 3 dan 4.

Akan tetapi, rotasi ribuan pegawai Pemprov DKI ini menuai sorotan dari salah satu artis Soleh Solihun. Sebab, istrinya yang bekerja di Dinas Pariwisata Pemprov DKI, kena rotasi dadakan.

"Dear pak @pramonoanung, tolong diperbaiki dong sistem rotasi pegawai di Pemprov DKI, terutama antar dinas. Tolong bilang kepada para Kepala Dinas, jangan mindahin pegawai pemberitahuannya h-1 pelantikan dan pegawai baru tau dia pindah ke mana, di hari h pelantikan," tulis Soleh dalam akun media sosial X dikutip, Kamis (20/11). kumparan sudah mendapat izin dari Soleh Solihun untuk mengutip tulisan ini.

Soleh menuturkan, masalah rotasi dadakan ini sudah sering terjadi bertahun-tahun. "Saya baru ngetwit sekarang. Tapi memang udah begini prosesnya selama bertahun-tahun. (istri) kena rotasi yang kemarin," kata Soleh.

X post embed

Minta Ada Pemberitahuan dan Transisi

Komika ini menuturkan, meskipun rotasi pegawai masih di sekitar lingkup Pemprov DKI, jika sampai pindah dinas, otomatis kantor pun berbeda.

Ia menuturkan idealnya sebelum pegawai dipindah ada massa transisi selama satu bulan, wawancara di tempat baru, dan dilihat kompetensi serta rekam jejak pekerjaannya.

Ia pun berpesan agar Pramono Anung mengingatkan kepala dinas di Pemprov DKI jika ingin memindah atau merotasi pegawainya.

"Tolong ingetin juga para kepala dinas, kalau mau mindahin bawahannya minimal ajak ngomong, ada evaluasi kenapa dia dipindah. Pasti ada yang bingung, ketika tiba-tiba dipindah ke dinas yang tak sesuai dengan kompetensi dan bahkan tak meminta orang itu pindah," tutur Soleh.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Macan Benggala di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Penjelasan Pramono Anung

Pramono memberikan penjelasan terkait dirinya yang merotasi ribuan pegawai pada H-1. Ia menyebut keputusan itu sudah dipertimbangkan.

"Yang mengenai rotasi, memang sengaja pemberitahuannya last minute," kata Pramono di SMP 115 Jakarta.

"Kenapa? Karena rotasi dengan jumlah total dua kali 1.800 lebih dan 1.800 lebih, total 2.700, tentunya enggak gampang, apalagi untuk pejabat eselon 3 dan 4," tambah dia.

Politikus PDIP ini menuturkan, ini merupakan rekor terbanyak di salah satu instansi. Meski begitu, Pram mengatakan tidak ada pegawai yang protes ketika dirotasi dadakan.

"Tapi alhamdulillah semuanya bisa menerima dan karena memang yang saya bangun bukan orangnya, tetapi bagaimana sistem itu bisa melakukan rotasi secara cepat dalam jumlah yang banyak karena hampir 3 tahun Pemda DKI tidak mengalami rotasi," kata Pramono.