Sopir Bus PO Ardiansyah Diduga Tak Injak Rem saat Tabrak Tiang Rambu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenazah korban kecelakaan tol Surabaya-Mojokerto diantar ke kediaman masing-masing menggunakan ambulans dari Pemkot Surabaya, Senin (16/5/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jenazah korban kecelakaan tol Surabaya-Mojokerto diantar ke kediaman masing-masing menggunakan ambulans dari Pemkot Surabaya, Senin (16/5/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Penyelidikan terkait kasus kecelakaan PO Ardiansyah di Tol Surabaya-Mojokerto KM 712 pada Senin (16/5), masih terus berlangsung. Tak hanya pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan Jawa Timur juga turut membantu dalam proses penyelidikan ini.

Terbaru, Kepala Seksi Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Arjani Hia Putra, menyebut sopir bus diduga mengantuk dan tak injak rem.

Menurut Arjani, kondisi rem dan sistem lainnya pada bus dalam kondisi normal. Sehingga dapat dikatakan bahwa bus tersebut dalam kondisi layak jalan.

"Kalau dia enggak ngantuk, dia pasti sudah minggir, dia ngerem. Dia kembali ke jalurnya. Ya kondisi seperti itu membuat kita kesimpulkan, analisis, dan lain-lainnya, oh ini penyebabnya orang ngantuk gitu." Jelas Arjani kepada wartawan, Selasa (17/5).

Kepala seksi (Kasie) keselamatan jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur Arjani Hia Putra saat berada di kantor Polres Kota Mojokerto, Selasa (17/5/2022). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

"Itu KIRnya masih berlaku [dari 2007-sekarang], artinya sudah dilakukan pemeriksaan dan masih berlaku," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika penyebab kecelakaan tak ada hubungan dengan kondisi Jalan Tol yang dilalui bus tersebut.

"Faktor utama penyebab laka tidak ada hubungan dengan kondisi jalan tol karena jalan tol sudah lulus layak fungsi jalan tol sebagai jalan umum jadi sudah dilakukan pengujian berkali-kali terkait layak fungsi jalan tol,"jelasnya.

Bus yang dikendarai Ade Firmansyah (29) ini diperkirakan melaju dengan kecepatan kurang lebih 90km/jam. Hal ini berdasarkan pemeriksaan Dinas Perhubungan Jawa Timur.

Petugas dan warga mengangkat jenazah korban kecelakaan bus pariwisata untuk dishalatkan sebelum dimakamkan di Makam Islam Benowo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/5/2022). Foto: Didik Suhartono/Antara Foto

"Dari hasil pengumpulan data kami, sekitar kurang lebih 90km per jam. Kecepatan logis atau tidak logis, kita lihat data dari cctv, rekaman perjalanan sebelumnya, rata-rata. Ya bisa saja, karena kecepatan 90 dengan massa busnya sekian, dengan posisi tumpukan seperti itu , bisa aja," ungkapnya.

Atas peristiwa kecelakaan ini, pihaknya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

"Yang pertama kita ingin menyampaikan kepada keluarga korban bahwa Pemprov Jatim, Kapolres, KNKT, dan Kemenhub yang hari ini melakukan investigasi sangat berduka dan turut berbela sungkawa kepada keluarga korban," tandasnya.

Reporter: Gabriel Jhon