Sopir Bus Wisata Kecelakaan Beruntun di Bali Minta Maaf: Saya Tak Sengaja

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agus Supriyanto (37) supir bus pariwisata yang jadi tersangka di Polres Tabanan. Foto: Denita br Matondang/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Agus Supriyanto (37) supir bus pariwisata yang jadi tersangka di Polres Tabanan. Foto: Denita br Matondang/kumparan.

Sopir bus pariwisata bernama Agus Supriyanto (37) memohon maaf terhadap seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas beruntun di KM 39,9 Jalan Denpasar-Singaraja, Banjar Pacung, Dusun/Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (18/6) pukul 11.30 WITA.

Agus mengatakan, tabrakan beruntun ini merupakan hal yang tidak disengaja. Ia telah memeriksa seluruh perangkat bus nopol B 7134 WGA yang keluar tahun 2014 tersebut sebelum beroperasi.

"Saya sangat menyesali (kecelakaan lalu lintas ini terjadi), memang bukan saya sengaja, saya enggak sengaja. (KIR) sudah dicek semua," katanya di Polres Tabanan, Senin (20/6).

kumparan post embed

Ia mengatakan berkendara dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Rem mendadak blong saat lokasi kejadian. Nahasnya, kondisi jalan saat itu turunan dan padat akan kendaraan.

"Saat itu kondisi (rem) angin sudah enggak ada," Katanya.

Ia lalu memutuskan, berkendara dengan jalur zig-zag, banting setir dan terjun ke area lahan kosong di lokasi. Hal ini untuk menghentikan kendaraan dan meminimalisasi korban berjatuhan banyak.

"Saya berusaha untuk agar mobilnya untuk berhenti, kalau saya buang ke kiri mungkin korban lebih banyak. Habis itu di depan saya ada mobil, itu yang saya tabrak. Habis nabrak saya berusaha untuk bagaimana mobil itu berhenti. Keburu ada jalan turunan, yang mungkin saya buang ke kanan, kondisi sangat ramai,"katanya.

Agus sempat panik atas kasus ini. "Saya panik, ya saya memang panik. Cuma saya berusaha untuk menghentikan bagaimana kendaraan. (Kecepatan bus) Kira-kira 30-an (kilometer per jam)," katanya.

Bus yang di kemudian Agus membawa 45 penumpang yang terdiri dari siswa dan guru dari SMP Labschool Unesa 2 Surabaya. Mereka hendak wisata ke area Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar, Bali.

Dalam kecelakaan ini, ada 9 orang yang menjadi korban. Mereka yang menjadi korban ini adalah penumpang mobil, motor dan pejalan kaki yang ditabrak bus pariwisata itu.

Korban terdiri dari 4 WNI dan 5 WNA. Sementara itu, 1 WNI atas nama Ni Wayan Wandani (30) meninggal dunia di lokasi kejadian. Wandani saat kejadian itu sedang berjalan kaki dan ditabrak oleh bus tersebut.

Sementara itu, 3 WNI yang menjadi korban lainnya mengalami luka ringan dan telah dipulangkan ke rumah. 3 WNI ini saat kejadian berada di mobil Toyota Rush yang ditabrak oleh bus tersebut.

Sementara itu, 2 dari 5 korban WNA masih dirawat di RS Siloam Denpasar. Kedua WNA ini mengalami luka robek pada paha dan kepala. Mereka masih trauma. Ada pun para WNA tersebut adalah 2 WN Inggris, 1 WN Singapura, 1 WN Australia, dan 1 WN Amerika. WNA yang masih dirawat adalah LHS asal Inggris dan RM asal Amerika Serikat. Para turis asing itu saat kejadian berada di Suzuki APV yang juga ditabrak oleh bus.

Kecelakaan ini melibatkan sejumlah kendaraan. Terdiri dari 8 mobil dan 2 sepeda motor. Rinciannya adalah 1 unit bus pariwisata nopol B 7134 WGA; 1 unit Toyota Rush; 1 unit Suzuki APV; 1 unit Daihatsu Ayla; 1 unit Suzuki Swift; 1 unit Suzuki Feroza; dan 2 unit Honda Scoopy.

Penyebab kecelakaan diduga akibat rem blong. Seluruh kendaraan tersebut telah dievakuasi ke sebuah lahan kosong di area Baturiti. Pihak Jasa Raharja akan membantu menganti biaya kerusakan yang ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Ada pun waktu kecelakaan ini adalah sekitar pukul 11.30 WITA, bus melaju dari arah Bedugul menuju arah Denpasar. Pada KM 39,9 rem kendaraan mendadak blong. Sopir memepet mobil Rush yang berada di depannya.

Selanjutnya, bus banting setir dan menabrak Suzuki APV yang ditumpangi 5 WNA. Bus kembali menabrak Ayla, Swift, Feroza dan Scoopy. Selanjutnya, bus mencari area landai dengan menabrak dinding tebing dan terperosok ke area lahan kosong dengan kedalaman 5 meter.

Polisi juga telah menetapkan sopir bus atas nama Agus Supriyanto (37) sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polres Tabanan. Dia dinilai melanggar Pasal 310 ayat (1), ayat (2), dan ayat (4) dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sementara itu, semua penumpang bus dalam kondisi selamat.