Sopir Truk Tewaskan 2 Orang Israel di Perbatasan Tepi Barat-Yordania

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Insiden penembakan terjadi di perbatasan Tepi Barat-Yordania, tepatnya di perlintasan Allenby, 2 orang Israel tewas ditembak sopir truk Yordania. Foto: Ahmad Gharabli/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Insiden penembakan terjadi di perbatasan Tepi Barat-Yordania, tepatnya di perlintasan Allenby, 2 orang Israel tewas ditembak sopir truk Yordania. Foto: Ahmad Gharabli/AFP

Seorang sopir truk yang membawa bantuan untuk Gaza dari Yordania menembak 2 tentara Israel, di perbatasan antara wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yordania pada Kamis (18/9). Dilansir AFP, 2 tentara itu tewas.

"Hari ini, seorang Yordania yang seharusnya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza membunuh 2 orang Israel di perlintasan Allenby," kata Kementerian Luar Negeri Israel.

Militer Israel menyebut korban adalah seorang pegawai sipil dari administrasi unit cadangan militer Israel, sementara seorang lagi tentara.

Pelaku sendiri telah dilumpuhkan oleh pasukan keamanan. Pelaku, Magen David Adom (MDA)-Dinas Gawat Darurat Israel, membawa pistol dan pisau.

Mereka juga mengidentifikasi, pria itu berusia antara 20 sampai 60 tahun, dan mengalami luka usai melakukan serangan di perlintasan Allenby.

Saat ini, pelaku tengah mendapat perawatan dari MDA.

Insiden penembakan terjadi di perbatasan Tepi Barat-Yordania, tepatnya di perlintasan Allenby, 2 orang Israel tewas ditembak sopir truk Yordania. Foto: Ahmad Gharabli/AFP

Bisa Hambat Bantuan Kemanusiaan dari Yordania

Kementerian luar negeri Yordania sendiri mengecam insiden ini. Menurut mereka, insiden ini berisiko menghentikan bantuan kemanusiaan dari Yordania ke Gaza yang tengah dilanda kelaparan.

Hal ini diperkuat dengan permintaan Militer Israel kepada pemerintah Yordania untuk menghentikan bantuan dari Yordania ke Gaza.

"Sampai penyelidikan insiden, dan implementasi prosedur pengecekan para pengirim bantuan para sopir dari Yordania," kata Kementerian Luar Negeri Yordania dalam sebuah statement mereka.

Kemlu Yordania juga merilis terduga pelaku. Ia diidentifikasi bernama Abdul Mutaleb al-Qaisi, yang berusia 57 tahun.

"Ia adalah warga sipil yang sudah bekerja sebagai sopir truk, dan mengirim bantuan ke Gaza selama 3 bulan terakhir," kata Kemlu Yordania.