Sosok Abdul Somad, Calon Wakil Presiden Pilihan Ijtima Ulama

Nama Abdul Somad kian hari kian diperbincangkan. Baru-baru ini Ustaz yang lahir di Asahan, Sumatera Utara, ini direkomendasikan untuk maju di Pilpres 2019.
Abdul Somad disandingkan dengan tokoh senior seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri. Adalah Ijtima Ulama yang memasukkan nama Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo.
Meski Somad sudah menolak, namun masih ada sejumlah tokoh yang tetap mendorongnya untuk turun gunung di Pilpres 2019. Salah satunya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang berencana akan membujuk Somad agar mau bertarung demi kepentingan umat.
"Karena dalam survei-survei kita itu lebih menendang ini Pak Somad, mewakili generasi muda. Dia kan baru 40 tahun lebih sedikit. Kalau Pak Salim itu tidak kurang ulamanya insyaallah tapi pasangan agak senior dan junior itu yang diinginkan," jelas Amien di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/7).
Lantas, bagaimana profil Abdul Somad sehingga mampu menarik perhatian ulama dan tokoh politik?

Abdul Somad lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977. Sejak kecil, Somad sudah dididik di sekolah yang berlandaskan Tahfiz Alquran. Setelah lulus dari SD al-Washliyah, dirinya pun melanjutkan sekolah ke MTs Mu'allimin al-Washliyah.
Setelah itu, Somad melanjutkan pendidikannya ke UIN SUSKA Riau selama 2 tahun. Pada tahun 1998, Somad mendapatkan beasiswa dari pemerintah Mesir untuk kuliah di Al-Azhar University.
Selain dikenal sebagai pendakwah, Abdul Somad saat ini juga menjadi dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Somad dikenal sebagai pendakwah yang kerap mengunggah rekaman ceramahnya di Youtube.
Somad juga merupakan seorang penulis. Sejauh ini ia telah merilis beberapa buku di antaranya: 37 Masalah Populer, 99 Pertanyaan Seputar Sholat, 33 Tanya Jawab Seputar Qurban, dan 30 Fatwa Seputar Ramadhan.

Ceramahnya yang unik dan tajam membuat tak sedikit orang Indonesia yang mengagumi Somad. Terbukti dari bejubelnya jemaah yang datang ketika Somad memberikan ceramah di berbagai daerah di Indonesia.
Namun perjalanan Somad sebagai pendakwah tak selamanya mulus. Ia sempat mendapat tentangan dan cibiran karena materi ceramahnya yang dianggap beberapa kelompok kontroversial.
Salah satu ceramahnya yang memunculkan polemik adalah soal LGBT. Somad pernah menyebut, setiap mereka yang membeli kopi di sebuah kedai kopi kenamaan akan masuk neraka karena pendirinya pro LGBT.
Di balik segala kontroversinya Somad tetaplah Somad. Lantas, apakah Abdul Somad benar-benar akan maju di Pilpres 2019?

