Sosok Herry Muryanto, Eks Deputi KPK Pemeriksa Firli yang Kini Hobi Coding

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deputi Bidang PIPM KPK Herry Muryanto. Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Bidang PIPM KPK Herry Muryanto. Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Herry Muryanto merupakan salah satu mantan pegawai KPK yang didepak berdasarkan hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Ia merupakan pejabat tertinggi di antara 57 eks pegawai yang dipecat Firli Bahuri. Jabatan terakhirnya di KPK adalah eselon satu yakni Deputi Koordinasi dan Supervisi.

Ringkasan sepak terjang Herry Muryanto di KPK diulas oleh mantan penyelidik Aulia Posteria. Dia membeberkan apa saja yang dilakukan oleh Herry saat masih bekerja di KPK dan aktivitasnya kini usai resmi dipecat per 30 September 2021 lalu.

Aulia mengatakan, sejumlah jabatan pernah diduduki oleh Herry di KPK. Sebelum menjadi deputi koordinasi dan supervisi, ia juga pernah menjadi Deputi Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK, lalu Direktur Penyelidikan KPK.

"Sementara ini, mengisi harinya dengan bersantai di rumah dan menyalurkan hobinya memancing dan 'ngoprek' komputer," kata Aulia di Twitter, Kamis (14/10).

Sebelum di KPK, Herry merupakan seorang auditor investigasi di BPKP. Dia bergabung di KPK pada 2006 di Direktorat Penyelidikan. Semenjak itu kariernya moncer.

"Pak Herry ini sangat misterius, bahkan bagi banyak pegawai KPK. Tak banyak bicara dan selalu luput dari sorotan media. Banyak yang cuma kenal namanya, tapi belum pernah bertemu dengan orangnya secara fisik. Sosok penyelidik sejati yang selalu bekerja dalam diam," kata Aulia.

Saat menjadi auditor di BPKP, Herry kerap melakukan audit investigasi perkara besar. Mulai dari BLBI, tim asset tracing FORSAT BPPN, join audit dengan BI, BPPN, dan lembaga lainnya.

Di KPK, banyak juga perkara besar yang ia tangani. Terlebih saat menjabat sebagai Plt Direktur Penyelidikan pada 2015 dan Direktur Penyelidikan pada 2016-2018, kasus-kasus banyak sekali diungkap KPK.

Pada saat KPK memecahkan rekor 30 OTT pada tahun 2018, Herry Muryanto merupakan Direktur Penyelidik ketika itu. Rekor terbanyak OTT sepanjang KPK berdiri.

"Selama di KPK, hidup Pak Herry praktis hanya KPK dan rumah. Kebiasaannya datang paling awal dan pulang paling akhir dibanding anak-anak buahnya," kata Aulia.

"Hal itu dilakukannya demi menjaga integritasnya. Katanya ke saya, menjadi Penyelidik KPK itu mau enggak mau harus menjadi seorang yang soliter," sambung dia.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pimpin Pemeriksaan Etik Firli Bahuri

Pada saat menjadi Deputi PIPM tahun 2018, sosok Herry lah yang memimpin anak buahnya melakukan pemeriksaan etik yang dilakukan oleh Firli Bahuri. Saat itu, Firli masih menjabat Deputi Penindakan KPK.

Pada akhir 2018 silam, Firli Bahuri dilaporkan terkait pelanggaran etik saat menjabat Deputi Penindakan KPK.

KPK menyatakan bahwa Firli diduga melanggar kode etik berat saat masih menjabat Deputi Penindakan KPK. Hal itu tak terkait 4 pertemuan dengan pihak yang berkaitan dengan perkara ataupun pihak yang memiliki risiko independensi serta tidak melaporkan seluruh pertemuan tersebut kepada pimpinan KPK. Dua pertemuan di antaranya terjadi dengan Tuan Guru Bajang (TGB) selaku Gubernur NTB pada 2018.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'aruf Amin, TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Wakil Ketua KPK pada saat itu Saut Situmorang menyebut bahwa hal ini berawal dari adanya laporan masyarakat pada 18 September 2018. Serangkaian pemeriksaan pun telah dilakukan terhadap Firli dan saksi-saksi yang selesai pada 30 Desember 2018.

Hasil pemeriksaan dari PIPM yang dipimpin Herry Muryanto itu kemudian diserahkan kepada pimpinan KPK pada akhir Januari 2019. Hasilnya, Firli Bahuri melakukan pelanggaran berat.

"Pimpinan telah menerima laporan hasil pemeriksaan pengawas internal KPK sebagaimana disampaikan Deputi Bidang PIPM tertanggal 23 Januari 2019. Perlu kami sampaikan hasil pemeriksaan direktorat PIPM adalah terdapat dugaan pelanggaran berat," ujar Saut dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (11/9).

Pengumuman pelanggaran kode etik ini hanya selisih sehari menjelang Firli menjalani fit dan proper test untuk capim KPK. Firli Bahuri ketika itu menjadi kandidat kuat jadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

Meski diduga melanggar etik berat, tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Sebab kala itu, Firli Bahuri sudah ditarik oleh Polri untuk menjabat Kapolda Sumatera Selatan. KPK kemudian memberhentikannya dengan hormat atas adanya penarikan oleh Polri itu.

Tak lama menjabat kapolda, Firli Bahuri kemudian ikut mendaftar jadi pimpinan KPK. Meski menuai protes sejumlah pihak, ia tetap melenggang mulus terpilih menjadi salah satu komisioner. Bahkan, Komisi III DPR ketika itu secara aklamasi memilih Firli Bahuri menjadi Ketua KPK.

"Sayangnya, hasil pemeriksaan tersebut tidak menjadi pertimbangan Pansel Pimpinan KPK dan Anggota DPR saat itu," kata Aulia.

Terkait dugaan pelanggaran etik ini, Firli sudah pernah membantahnya pada saat wawancara terbuka capim KPK. Firli sempat dikonfirmasi hal tersebut oleh Pansel. Dalam jawabannya, Firli mengakui soal adanya pertemuan dengan TGB. Namun ia menyatakan tak pernah menghubungi TGB.

Perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK berfoto bersama usai audiensi dengan Komisioner Komnas HAM di Jakarta, Senin (24/5). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Usai Dipecat Firli Bahuri

Setelah tak jadi pegawai KPK, Herry santai menikmati waktu luangnya. Dia tengah asyik melakukan hobinya memancing dan mengutak-atik komputer.

"Dia belajar coding secara otodidak dan sering berdiskusi soal teknologi-teknologi baru di bidang IT security dengan saya," kata Aulia.

"Ketika saya tanyakan apa rencana ke depan, dia menjawab enteng, 'Rileks dulu, bro. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, analisis situasi, baru ambil keputusan'. Khas penyelidik. Dia sampaikan juga, dia sangat mencintai negara ini. Jika negara masih membutuhkan, dia akan selalu siap," pungkas Aulia.