Sosok Karsih Terduga Pelaku Penipuan Kontrakan Bekasi yang Kini Kabur
·waktu baca 2 menit

Kasus dugaan penipuan jual-beli kontrakan murah di Kranji, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, sudah memakan korban 63 orang dengan total kerugian mencapai Rp 7 miliar.
Kini, bangunan rumah kontrakan itu tinggal puing akibat dihancurkan oleh kakak pelaku karena sering "dijual"—dijadikan alat penipuan.
Kontrakan ini berjumlah 6 unit yang masing-masing memiliki 3 petak.
Kontrakan tersebut merupakan warisan orang tua dari terduga pelaku bernama Karsih.
Karsih merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara. Masing-masing anak itu mendapat 2 kontrakan dari warisan orang tua.
Karsih sebenarnya bukan ustazah, tapi dikenal oleh warga sebagai ustazah karena selalu dimintai tolong dalam urusan memandikan jenazah.
"Kalau untuk memandikan jenazah, betul, karena ustazah di tempat kita kan di wilayah banyaknya lansia," kata Ketua RW 11, Jakasampurna, Fikri Ardianysah, di lokasi, Selasa (15/7).
Menurutnya, memandikan jenazah itu butuh tenaga ekstra, sehingga Karsih yang dinilai masih tergolong muda dibanding orang tua lainnya, buat ia kerap dimintai tolong.
"Untuk memandikan jenazah kan tentu butuh tenaga yang ekstra, Bu Karsih suka diajak untuk ikut terlibat memandikan, tapi bukan ustazah," ucap dia.
Di luar itu, perilaku Karsih kepada warga sekitar dinilai ramah dan masih kerap bertegur sapa.
"Orang baik ya, sehari-harinya memang ibu rumah tangga," ujarnya.
Karsih bukanlah pendatang, ia telah tinggal lama di Bekasi, bersama keluarganya sejak kecil.
Fikri bahkan tak menyangka sekaligus kaget, bahwa di balik itu semua terdapat kejadian besar yang menggegerkan warga sekitar terkait dugaan penipuan jual-beli kontrakan.
"Makanya kita juga enggak tahu tiba-tiba ada kasus seperti ini dan cukup besar ya, nilainya juga cukup fantastis juga. Makanya kita juga kaget," katanya.
Karsih Hilang Sejak 30 Juni
Fikri mengatakan, setelah polemik kasus jual-beli kontrakan muncul ke permukaan, Karsih mendadak hilang.
Karsih, terakhir berada di rumah sekaligus kontrakan pada 30 Juni 2025.
"Kaburnya bu Karsih itu sejak tanggal 30 Juni 2025, malam hari," ujarnya.
Saat ini empat dari enam unit kontrakan yang mengaku milik Karsih, telah dibongkar. Pembongkaran dilakukan oleh kakak Karsih.
Fikri menyebut, alasan pembongkaran dilakukan agar tidak ada warga lainnya yang menjadi korban dari Karsih.
"Jadi, daripada dijual-belikan terus ke orang-orang, korban bertambah banyak. Akhirnya sama kakaknya dibongkar," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, setidaknya sebanyak 63 orang telah melapor sebagai korban, dari keseluruhan total korban mengalami kerugian mencapai Rp7 miliar.
Kasus ini kini tengah didalami oleh Polres Metro Bekasi Kota.
