Sosok Lodewijk: Anak Buah Luhut Pandjaitan yang Jadi Pimpinan DPR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lodewijk Freidrich Paulus Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lodewijk Freidrich Paulus Foto: Fitra Andrianto/kumparan

DPP Partai Golkar telah menunjuk Sekjen Lodewijk Friedrich Paulus sebagai Wakil Ketua DPR pengganti Azis Syamsuddin yang jadi tersangka kasus suap di KPK. Keputusan ini dibuat berdasarkan hasil rapat terbatas DPP Golkar, Senin (27/9).

Lodewijk dipilih karena Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai dialah sosok terbaik.

"Pertimbangannya yang terbaiklah, terbaik untuk semuanya. Karena partai kan harus bisa mereduksi kemungkinan internal jangan sampai ada faksi. Yang berkeinginan, kan, ada," kata Ketua DPP Golkar, Firman Soebagyo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/9).

Bagaimana sosok Lodewijk?

Lodewijk merupakan politikus senior Golkar yang memiliki latar belakang dari TNI. Sederet pengalaman yang dimiliki Lodewijk turut dijadikan pertimbangan untuk menjadikannya sebagai pimpinan DPR pengganti Azis.

Sebelum masuk ke dunia perpolitikan, Lodewijk merupakan perwira tinggi TNI AD. Ia merupakan lulusan akademi militer (akmil) tahun 1981 dan pensiun pada Juli 2015.

Lodewijk Freidrich dan Airlangga Hartarto Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Setelah pensiun, ia kemudian memutuskan menjadi kader Partai Golkar. Di balik itu, Lodewijk juga memiliki kedekatan dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Bisa dibilang karier Lodewijk di Golkar melesat dengan cepat meski terbilang orang baru. Setahun setelah masuk Golkar, mantan Danjen Kopassus itu bahkan didapuk menjadi Koordinator Bidang Kajian Strategis DPP Golkar.

Ia pernah berbicara soal kedekatannya dengan Luhut. Termasuk terkait intervensi Luhut yang membuatnya ditunjuk sebagai sekjen menggantikan Idrus Marham.

"Saya tidak tahu apakah Pak Luhut ada campur tangan. Tapi yang jelas Pak Luhut komandan saya. Waktu saya Kopassus 81, dua tahun kemudian tahun 1983 saya direkrut sebagai Detasemen 81. Beliau komandan. Wakilnya, Prabowo," kata Lodewijk di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018).

Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Setelah ditunjuk menjadi Sekjen Partai Golkar, ia berjanji akan bekerja semaksimal mungkin dalam memajukan partainya. Terlepas apakah ada andil Luhut dalam penunjukkannya.

"Apakah dalam kurun waktu itu beliau (Luhut) menilai saya, apa gimana saya enggak tahu. Apakah ada intervensi apa enggak, saya enggak tahu. Yang jelas saya berusaha bekerja sepenuhnya," ungkap dia.

Usut punya usut, Lodewijk mengakui dirinya pernah menjadi anak buah Luhut saat bertugas di Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) 81 Kopassus. Satuan Anti Teror pertama di Indonesia ini pertama kali dipimpin oleh Luhut yang saat itu berpangkat Mayor Infanteri, dengan wakil Kapten Infanteri Prabowo Subianto.

Lodewijk pensiun dari TNI AD pada Juli 2019 dengan jabatan terakhir sebagai Dankodiklat TNI-AD.

Pada Pileg 2019, Lodewijk bertarung di daerah pemilihan (dapil) Lampung I dan berhasil lolos ke Senayan. Ia kini duduk sebagai anggota Komisi I DPR. Hingga saat ini, ia masih menjadi Sekjen Golkar.