Sosok Purbaya, Menkeu yang Direshuffle Prabowo Usai Menjabat 1 Tahun 5 Hari

Purbaya Yudhi Sadewa di-reshuffle Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). Posisinya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) digantikan oleh Wamenkeu Suahasil Nazara.
Purbaya sendiri belum lama mengemban amanah menjadi pengurus keuangan fiskal RI. Ia dilantik Prabowo menjadi Menkeu pada 8 September 2025, baru 1 tahun 5 hari yang lalu.
Saat itu, Purbaya menggantikan sosok Sri Mulyani yang sudah menjadi Menkeu sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lanjut ke Presiden Jokowi, hingga rezim Prabowo.
Profil Purbaya
Purbaya merupakan lulusan ITB, meski bukan dari bidang ekonomi. Ia lulus dari jurusan Teknik Elektro di sana. Pada program pascasarjana lah Purbaya banting setir ke bidang ekonomi. Ia mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi dari Purdue University di Indiana, Amerika Serikat.
Purbaya memulai kariernya pada tahun 1989 sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA. Kemudian pada Oktober 2000 hingga Juli 2005 ia ditunjuk sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute.
Ia pun melebarkan sayapnya dengan menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities dari April 2006 hingga Oktober 2008. Ia juga menjadi Chief Economist Danareksa Research Institute Juli 2005 hingga Maret 2013, serta sebagai Anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) dari Maret 2013 hingga April 2015.
Purbaya kemudian memulai karier pemerintahannya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia diangkat menjadi Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selama 4 tahun, yakni 2010–2014. Selain itu, ia juga menjadi Anggota Komite Ekonomi Nasional pada 2010–2014, lembaga nonstruktural yang diketuai Chairul Tanjung.
Pada Maret 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia oleh Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia hanya menjabat sampai September 2015.
Kemudian, pada November 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Jabatan ini ia emban sampai Juli 2016.
Pada tahun 2016, Purbaya kembali ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjadi Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Juni 2016-2020.
Kemudian pada Juli 2016–Mei 2018, dia dipindahkan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi. Jabatannya dinaikkan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi dari Mei 2018 hingga Juni 2020. Selanjutnya, Purbaya digeser menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi pada Juni 2020.
Kariernya semakin cemerlang usai dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk masa jabatan 2020–2025 pada 23 September 2020. Ia menjabat di sana hingga dilantik menjadi Menkeu.
Kekayaan Bertambah Rp 18 M
Purbaya tercatat memiliki kekayaan Rp 57.475.955.444 pada LHKPN tahun 2025. Kekayaan ini ia laporkan pada 27 Februari 2026. Beberapa bulan usai dilantik menjadi Menkeu.
Kekayaannya ini bertambah sekitar Rp 18 miliar dari LHKPN tahun sebelumnya, ketika Purbaya masih menjadi kepala LPS. Pada laporan yang ia berikan pada 11 Maret 2025, ia tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 39.210.000.000.
