Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2024 © PT Dynamo Media Network
Version 1.88.1
Sosok Sergei Shoigu Menhan Rusia yang Dipecat: Retak dengan Putin Sejak 2023
13 Mei 2024 13:12 WIB
·
waktu baca 3 menitADVERTISEMENT
Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan memecat Menhan Sergei Shoigu pada Minggu (12/5). Semasa memegang jabatan Menhan, Shoigu bertanggung jawab atas agresi di Ukraina dan sempat mendapat dukungan penuh dari sang bos, Vladimir Putin.
ADVERTISEMENT
Sebelum akhirnya dicopot, Shoigu ternyata banjir kritik di Rusia dalam setahun terakhir. Reputasinya juga sempat tercoreng akibat dugaan korupsi di Kemhan.
Sosok Shoigu makin terguncang akibat pemberontakan bos dari kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin. Shoigu dituduh oleh Prigozhin tak becus menangani krisis Ukraina.
Siapa Shoigu?
Menurut berbagai sumber, Shoigu lahir di Chadan pada tahun 1955. Saat lahir, Rusia berada di bawah Uni Soviet.
Kariernya di dunia pemerintahan dan politik meroket pada tahun 1994. Ketika itu, Shoigu ditunjuk sebagai Menteri Urusan Darurat.
Semakin tahun, nama Shoigu makin dikenal di Rusia. Ia adalah sosok yang mengurusi berbagai penanganan bencana di Rusia, mulai dari kecelakaan pesawat sampai gempa bumi. Posisi Menteri Urusan Darurat dijabat sampai 2012.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari AFP, pada 2012, Shoigu diminta Putin menjadi Gubernur Moskow. Jabatan itu hanya dijabat singkat oleh Shoigu. Sebab Putin menggesernya sebagai Menhan karena pendahulunya, Anatoly Serdyukov, terseret skandal korupsi.
Shoigu menjadi etnis non-Rusia yang berhasil menduduki jabatan penting di pemerintahan. Sebagai Menhan, Shoigu pun mendapat gelar jenderal. Meski, Shoigu tak punya pengalaman militer.
Tiga tahun setelah dilantik jadi Menhan, tepatnya pada 2015, Shoigu sukses dalam misi intervensi Rusia di krisis Suriah. Lewat bantuan Rusia, kekuasaan Bashar Al-Assad di Suriah bertahan sampai sekarang.
Setelah itu, Putin dan Shoigu makin akrab. Shoigu dikenal dengan julukan baru yaitu tangan kanan Putin.
Kedekatan mereka berdua terlihat saat Putin dan Shoigu kerap liburan bersama. Kemudian, foto-foto mereka dengan pose gagah habis memancing ikan atau bermain hoki es kerap diunggah oleh media-media resmi Rusia.
ADVERTISEMENT
Di Bawah Tekanan
Pada 2022, Putin mengumumkan serangan ke Ukraina yang awalnya dinyatakan sebagai operasi militer khusus. Sebagai Menhan, Shoigu adalah otak dari invasi itu.
Akan tetapi, pada tahun awal agresi militer, Rusia malah mengalami kemunduran, pasukan mereka gagal merebut Kiev. Itu pula yang memicu pemberontakan Prigozhin terhadap Kemhan Rusia di bawah Shoigu.
Prigozhin akhirnya dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat misterius.
Kegagalan itu memicu merenggangnya hubungan Shoigu dan Putin. Beberapa kritikus Rusia mengendus retaknya hubungan kedua orang itu pada Juni 2023.
Saat itu, Putin dan Shoigu hadir dalam penyerahan medali di sebuah rumah sakit militer. Di sana, Putin mengabaikan Shoigu. Beberapa pihak bahkan menyebut Putin meremehkan kehadiran Shoigu pada acara itu.
ADVERTISEMENT
Semenjak itu pula, tak ada lagi foto bersama antara Putin dan Shoigu, terutama ketika mereka liburan yang biasanya acap diunggah.