Sosok Ustaz Hilmi Aminuddin: Tokoh PKS Pendiri Gerakan Dakwah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ustaz Hilmi Aminuddin. Foto: Facebook / @pksmudaselaparang
zoom-in-whitePerbesar
Ustaz Hilmi Aminuddin. Foto: Facebook / @pksmudaselaparang

Salah satu pendiri PKS, Ustaz Hilmi Aminuddin, meninggal dunia pukul 14.24 WIB di Rumah Sakit Santos, Kota Bandung, pada usia 72 tahun. Ustaz Hilmi adalah Ketua Majelis Syuro PKS 2003-2015. Berikut ini sosoknya.

Melihat rekam jejaknya, Hilmi jelas bukan orang sembarangan. Di era 1980-1990-an, namanya melejit sebagai pendiri gerakan dakwah yang dikenal dengan nama Harakat Tarbiyah. Belakangan gerakan tarbiyah ini yang berkembang di kampus-kampus dan menjadi bibit kader-kader muda PKS.

Kelekatan Ustaz Hilmi dalam beragama Islam sebenarnya sudah dipupuk sejak masih belia. Ayahnya, Danu Muhammad Hasan, adalah salah satu dari tiga tokoh penting Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia yang dipimpin Kartosoewirjo.

Uztaz Hilmi Aminuddin. Foto: sumber http://pks.id/

Saat berusia enam tahun, Hilmi sudah memulai pendidikannya sebagai santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Jauh dari keluarga sejak kecil, tak membuat tekad Hilmi sebagai seorang santri meredup. Bahkan, begitu lulus dari Tebuireng, Hilmi masih melanjutkan pengembaraannya ke sejumlah pesantren di Pulau Jawa untuk menuntut ilmu.

Baru pada tahun 1973, saat berusia 26 tahun, Hilmi berangkat ke Arab Saudi untuk belajar di Fakultas Syariah, Universitas Islam Madinah. Di sana, Hilmi mulai berkenalan dengan tokoh perintih PKS, Yusuf Supendi, yang saat itu merupakan mahasiswa Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh.

kumparan post embed

Lima tahun kemudian, Hilmi pun lulus kuliah dan pulang ke Indonesia untuk memulai kariernya di bidang dakwah. Namun, karena tidak memiliki pondok pesantren sendiri, Hilmi menjadi lone wolf yang kerap berdakwah dari satu masjid ke masjid lain atau dari satu kelompok pengajian ke kelompok lain.

Setelah bertahun-tahun bergerak di bidang dakwah, tahun 1998 Hilmi mencoba untuk merambah ke dunia politik dengan mendirikan Partai Keadilan bersama kawan-kawannya, termasuk Yusuf Supendi. Empat tahun kemudian, partai tersebut berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agar bisa ikut pemilu.

embed from external kumparan

Di awal pembentukannya, PKS hanya bisa mendapatkan 7 kursi di parlemen. Kiprah Hilmi lebih fokus ke internal partai ketimbang di parlemen. Baru pada tahun 2005, Hilmi ditunjuk menggantikan Rahmat Abdullah yang tutup usia untuk menjadi Musyawarah Majelis Syuro, lembaga tertinggi di PKS. Hilmi terpilih melalui mekanisme voting, unggul dari tiga calon lainnya; Salim Segah Al-Jufri, Surahman Hidayat, dan Abdul Hasib Hasan.

Tahun 2010, Hilmi kembali terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro. Setelah 11 tahun menjabat, Hilmi akhirnya melepas jabatannya di Majelis Syuro pada tahun 2015.

Hilmi memang merupakan sesepuh, panglima, dan wajah bagi PKS. Namun, kepergian Hilmi tak hanya menyisakan sendu bagi partai ini. Hilmi adalah pendakwah besar yang punya misi mulia bagi umat Islam di Indonesia.

Rencananya Ustaz Hilmi akan dimakamkan malam ini di kediamannya, Lembang, Bandung.

Selamat jalan, Ustaz Hilmi.

-----------------------------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.