Spanduk Penolakan Salat Jenazah di Masjid At-Tawwab Sekadar Dipasang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Masjid Jami' At-Tawwab (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Jami' At-Tawwab (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)

Spanduk yang berisi agar tidak menyalatkan jenazah orang yang mendukung penista Al Qur'an masih terpasang di Masjid Jami' At-Tawwab, RW 02, Cakung Barat, Jakarta Timur. Hingga sore ini siapapun yang melintas bisa melihat jelas spanduk itu.

Namun selidik punya selidik, spanduk tersebut tidaklah berpengaruh kepada warga. Wakil Ketua Pengurus Masjid tersebut, Hasyim Tholib menjelaskan bahwa warga tetap menyalatkan orang Islam apapun pilihan politiknya. Spanduk itu dipasang beberapa anak muda.

"Warganya di RW 02 enggak ada benturan, enggak ada yang merasa keberatan, enggak ada masalah apa", ujar Hasyim saat ditemui di rumahnya yang berada di dekat masjid, Senin (13/3).

Pria yang juga biasa menjadi imam untuk menyalatkan jenazah di lingkungan RW 02 ini megaku spanduk tersebut juga tidak berpengaruh pada ibadah yang dia lakukan. Dia tetap menyalatkan jenazah tanpa mempedulikan siapa jenazah tersebut.

"Di sini saya yang imam salat jenazah, (bila ada yang meninggal) saya sembayangin. Lah kita mah fleksibel, enggak berpengaruh, biarin aja", tuturnya.

Siapa saja (orang Islam) yang meninggal, saya yang nyolatin

Hasyim mengaku menyalatkan orang Islam yang meninggal fardhu kifayah, jadi dia tidak memperhatikan isi spanduk itu.

"Tulisannya, saya juga enggak merhatiin", ungkapnya.

Senada dengan wakilnya, Imin selaku Ketua Masjid At Tawwab menjelaskan bahwa bila ada yang meninggal harus disalatkan, apabila tidak ada yang menyalatkan maka akan berdosa.

"Pas dipasang, (keesokan hari) Sabtunya ada orang meninggal, ya kita salatin, masa ditanya, ya kagak kan. Orang Islam enggak disalatin, dosa kita semua," jelasnya.