Spanyol Akan Pindahkan Makam Diktator Fransisco Franco

Pemerintah Spanyol akhirnya memutuskan memindahkan makam pemimpin diktator Fransisco Franco. Keputusan ini diambil setelah keberadaan Franco di pemakaman tersebut memicu kontroversi.
Diberitakan Reuters, peti mati Franco akan dipindahkan dari mausoleum di pemakaman pahlawan Valle de los Caídos pada Kamis (24/10). Peti itu kemudian akan dipindahkan dengan helikopter, atau jika cuaca buruk dengan mobil, ke pemakaman keluarga Franco.
Pemindahan peti mati Franco yang meninggal pada 1975 dilarang diliput media. Prosesi itu hanya akan disaksikan oleh Menteri Kehakiman Spanyol Dolores Delgado, ahli forensik, seorang pendeta, dan 22 anak-cucu Franco.
Menurut salah satu cucu Franco yang bernama sama dengan dirinya, Fransisco Franco, pemindahan jasad kakeknya sarat unsur politik. Dia mengatakan, ini hanya cara partai berkuasan, Partai Sosialis, untuk menggalang dukungan jelang pemilu bulan depan.
"Saya sangat marah karena mereka menggunakan cara pengecut dengan menggali jasad, menggunakannya sebagai propaganda dan publisitas politik untuk merebut suara sebelum pemilu," kata Fransisco kepada Reuters.
Sejak memimpin pertengahan 2018, Partai Sosialis telah menghendaki pemindahan jasad Franco. Rencana pemindahan ini menuai pro dan kontra.
Mereka yang pro mengatakan Franco tidak layak berada di antara makam para pahlawan yang gugur, sementara yang kontra adalah mereka yang rindu pada kepemimpinan Franco.
Franco adalah pencetus perang sipil Spanyol yang menewaskan 500 ribu orang antara 1936 dan 1939. Franco juga dikenal akrab dengan para diktator Eropa lainnya ketika Perang Dunia II seperti Adolf Hitler dan Mussolini.
Setelah perang usai, Franco memimpin dengan tangan besi. Para penentangnya dieksekusi mati atau dipenjara. Partai-partai lain dilarang, para tokoh oposisi dipenjara, dan aspirasi dibungkam.
Bahkan pemakaman Valle de los Caídos dibuat oleh para tahanan politik yang dihukum kerja paksa. Salah satunya adalah Nicolas Sanchez-Albornoz yang kini berusia 93 tahun.
"Kami menunggu puluhan tahun untuk dia hilang dari monumen ini, monumen yang memalukan bagi Spanyol. Seluruh diktator semacam Franco telah hilang dari Eropa - Hitler, Mussolini - dan mereka tidak dihormati dengan nisan," kata Sanchez-Albornoz.
