Spanyol Ancam Boikot Eurovision Song Contest jika Israel Masih Berpartisipasi
·waktu baca 2 menit

Spanyol mengancam akan memboikot Eurovision Song Contest jika Israel masih diizinkan berpartisipasi. Hal ini disampaikan media penyiaran publik Spanyol, RTVE, yang bertugas menyeleksi peserta yang akan mewakili Spanyol dalam kontes itu.
Dikutip dari AFP, Rabu (17/9), Spanyol merupakan negara pertama dari "big five" yang menyatakan tidak akan berpartisipasi jika Israel masih diizinkan berpartisipasi di Eurovision Song Contest.
Negara "big five" yang dimaksud adalah Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol yang memberikan kontribusi finansial terbesar kepada European Broadcasting Union (EBU), penyelenggara Eurovision Song Contest.
EBU dijadwalkan akan memutuskan apakah Israel akan berpartisipasi di Eurovision edisi 2026 pada sidang umum bulan Desember mendatang.
"Jika anggota EBU tetap memutuskan mempertahankan lembaga penyiaran publik Israel, KAN, sebagai peserta, RTVE akan menarik diri dari kontes ini untuk pertama kalinya dalam sejarah," kata RTVE dalam pernyataannya.
Keputusan ini diambil RTVE setelah Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun mengatakan Spanyol harus memboikot Eurovision Song Contest jika Israel tetap berpartisipasi.
Sementara pada Mei lalu, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan setelah edisi Eurovision sebelumnya, Israel harus dikecualikan karena operasi militernya di Gaza. Ia menilai, Israel harus dikecualikan sama seperti Rusia yang dilarang berpartisipasi karena menginvasi Ukraina pada 2022 lalu.
"Yang tidak bisa kita biarkan adalah standar ganda dalam budaya," ujarnya saat itu.
Eurovision merupakan acara musik terbesar di dunia. Edisi tahun ini ditonton 166 juta orang di 37 negara.
Penyanyi asal Austria, JJ, menang Eurovision setelah mengalahkan peserta dari Israel.
Irlandia, Slovenia, Islandia, dan Belanda juga mengancam tidak akan berpartisipasi dalam Eurovision edisi tahun depan jika Israel masih diizinkan berpartisipasi.
