SPBU di Bekasi Ditutup Usai Mobil Konsumen Mogok Akibat Pertalite Tercampur Air
ยทwaktu baca 2 menit

PT Pertamina Patra Niaga menutup sementara SPBU Pertamina di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi, sebagai tindak lanjut Bahan Bakar Minyak (BBM) tercampur dengan air.
Berdasarkan pantauan kumparan Rabu siang (27/3), SPBU 34-17106 tidak ada aktivitas petugas ataupun pengisian bahan bakar pengendara.
Mobil Korban Mogok
Salah satu korban, Edi (57), mengungkapkan BBM tercampur air baru diketahui usai mobil miliknya tiba-tiba mogok usai mengisi di SPBU tersebut.
"Jadi ketahuan gini, saya enggak terlalu jarak jauh. Jadi pas saya belok arah ke polres (setelah mengisi bensin), lewat dikit kejaksaan sudah ngedet, mungkin bensin itu sudah masuk bensin air ini," ujar Edi.
Setelah dirinya mengeluarkan bensin dari tangki mobil, dirinya menemukan bahwa bahan bakar di SPBU tersebut telah tercampur dengan air.
"Kata dia baru kali ini ada ini, tapi masa mungkin tangki bensin di isi air. Saya enggak sering (mengisi di SPBU tersebut), ini di sini pas beneran lewat," jelasnya.
Kini tangki bensin mobil miliknya sedang dikuras dan melakukan perbaikan, usai dirinya menjadi korban Bahan Bakar Minyak tercampur dengan air.
Sampel Diambil
Disdagperin Kota Bekasi, Romi Payan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dengan mengambil sampel di SPBU 34-17106.
"Mengambil sampel dan dilakukan pengecekan terhadap konstruktur di bawahnya, jadi ini indikasinya ada kebocoran di bawahnya, bukan hal yang sengaja oleh petugasnya," kata Romi Payan.
Menurutnya hanya bahan bakar jenis Pertalite yang tercampur dengan air, namun pihaknya tetap mengambil sampel seluruh stok bensin di SPBU.
"Kurang lebih yang sudah melapor ada 7 orang, itu mobil dan motor. kita akan tingkatkan lagi pengawasannya, nanti akan di cek lagi," ucapnya.
Polisi Usut
Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Erna Ruswing Andari, menjelaskan pihaknya masih mendalami kasus Bahan Bakar Minyak tercampur dengan air.
"Perlu kita ketahui untuk kejadian di SPBU ini, ini masih kita dalami dan masih kita telusuri," penjelasan Erna Ruswing.
Pihaknya bersama tim investigasi Pertamina sudah melakukan pengecekan sampel di tabung tangki, yang ada di dalam tanah SPBU 34-17106.
"Perkembangan selanjutnya lagi, masih dalam penyelidikan," ujarnya.
