Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Spesifikasi 2 Jenis Pesawat Haji 2025: Boeing 777 dan Airbus 330
24 Februari 2025 17:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pemerintah menyiapkan 33 pesawat yang terdiri dari 2 tipe, untuk keberangkatan dan kepulangan jemaah haji 2025 dari seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
33 Pesawat ini dikelola oleh 3 maskapai yang sudah lolos verifikasi di DPR RI Desember 2024 lalu yakni Garuda Indonesia, Lion Group, dan Saudi Airlines. Berikut rinciannya:
Boeing 777-300 ER
Sejumlah pesawat bertipe besar ini disediakan oleh Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Pesawat ini punya tipe wide body, dengan total 393 kursi, dengan konfigurasi 3 kursi setiap baris untuk kelas ekonomi.
Garuda menyediakan 7 pesawat milik mereka yang dibuat antara tahun 1997 hingga 2016.
Lalu, meminjam 7 lagi pesawat dengan mekanisme wet leased, atau perjanjian sewa dengan kru ke maskapai Citilink, Thai Air Asia, San Marino Executive Airlines, dan World2Fly.
Dari paparan Kementerian Perhubungan saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Garuda Indonesia menyediakan 7 pesawat milik sendiri. 6 Di antaranya memiliki tipe Boeing 777-300ER, sementara 1 tipe Airbus 330 disiapkan sebagai cadangan.
ADVERTISEMENT
Sementara pihak Saudi Airlines menyediakan 8 pesawat milik sendiri. Pesawat milik Saudi punya kapasitas 445 kursi. Lalu 8 pesawat lain mereka pinjam dari berbagai maskapai dengan skema wet lease. Pesawat yang dimiliki Saudi merupakan pabrikan tahun 2004 hingga 2016.
Airbus 330-900
Pesawat ini punya kapasitas 440 kursi. 3 pesawat disediakan oleh Lion Group.
“PT Lion Air mengajukan 3 pesawat milik sendiri yang akan digunakan di 2 embarkasi Padang dan Banjarmasin. Satu (1) dari 3 unit pesawat tersebut akan menjadi back up,” kata Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, M Mauludin, Senin (24/2).
Lalu, Garuda Indonesia juga menyiapkan 1 pesawat sebagai cadangan untuk armada haji ini.
Nantinya, Seluruh pesawat dari Garuda Indonesia dan Lion Group akan menjalani pemeriksaan dokumen dan fisik paling lambat April 2025.
ADVERTISEMENT
“Armada pesawat udara milik PT Saudi Arabian Airlines akan dilakukan pemeriksaan pada saat pemberangkatan kloter pertama pada embarkasi Jakarta, Kertajati, Batam, Palembang dan Surabaya, bersamaan dengan jadwal pengawasan ramp inspection yang akan dilaksanakan,” tuturnya.