Sri Sultan soal Corona di DIY Tinggi: Sering Buka Masker Risiko Penularan Besar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (24/2/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (24/2/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan (Prokes) diperlukan. Saat ini kasus corona di DIY masih tergolong tinggi.

"Ya selama masyarakat itu nggak hati-hati, untuk jaga dirinya keluar rumah ke tempat saudara, atau ke tempat teman dan sebagainya tidak hati-hati ya, karena sering dibuka maskernya dan sebagainya risikonya (penularan) besar," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (1/3).

Jika masyarakat tidak memiliki kesadaran maka pengendalian corona akan jauh lebih susah. "Ya positif atau tidak tergantung perilakunya sendiri, lebih banyak tinggal di rumah (atau) tidak, kalau keluar menghindari berkerumun, jaga diri, jaga jarak kan gitu. Kalau dirinya juga nggak hati-hati ya risikonya besar," katanya.

Jika merasa kurang enak badan, masyarakat diminta untuk tidak perlu takut memeriksakan diri. "Itu kan kesadaran mereka sendiri, kita hanya fasilitasi aja," katanya.

Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Protokoler Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan bahwa penambahan kasus corona pada 28 Februari lalu mencapai 1.253 kasus.

"Situasi COVID-19 di DIY Tanggal 28 Februari 2022, penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 1.253 kasus," kata Ditya.

Hingga saat ini kasus corona aktif di DIY mencapai 28.216 kasus. Sementara untuk tempat tidur atau bed critical di rumah sakit dari total 215 telah terpakai 78 atau BOR 36,28 persen.

Kemudian, untuk bed non critical di rumah sakit tersedia 1.717 telah terpakai 985 bed atau BOR 57,37 persen.