Sriwijaya Air SJ 182 Disebut Layak Terbang: Sudah PP Pontianak dan Pangkalpinang

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, bicara soal kelaikan terbang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh pada Kamis (9/1) sore.
Berdasarkan informasi yang didapat, Soerjanto mengungkapkan usia pesawat SJ 182 berkisar 25-26 tahun. Hal ini juga sesuai dengan data situs aviasi Flightradar24, yang menyebut pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323) itu memiliki riwayat berumur 26 tahun.
"Pesawat jenisnya boeing 737-500, pesawat dibuat tahun 1994 jadi kurang lebih 25-26 tahun," ujar Soerjanto di posko crisis center Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1) malam.
Menurutnya, umur pesawat yang sudah 26 tahun ini tetap bisa beroperasi selama dirawat dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berapa pun umurnya kalau pesawat dirawat sesuai regulasi yang berlaku ditetapkan Dirjen Perhubungan Udara, harusnya tak ada masalah," tuturnya.
Sementara Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, menyampaikan kondisi pesawat dalam layak terbang sesaat sebelum berangkat menuju Pontianak, hingga akhirnya dinyatakan hilang dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
"Kondisi pesawat info yang saya peroleh dalam keadaan sehat. Dan sudah terbang ke Pontianak PP, ke Pangkal Pinang dan rute kedua ke Pontianak. Harusnya tak ada masalah, laporan maintenance juga lancar," ungkap Jefferson.
Pihaknya juga mengakui rute penerbangan ini sempat mengalami delay selama 30 menit akibat hujan deras di Bandara Soetta.
"Menurut informasi akibat hujan deras, ada delay 30 menit pada saat boarding," tutup Jefferson.
Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak ini dilaporkan jatuh sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat ini turut membawa 62 penumpang, yang terdiri dari 56 penumpang dewasa dan anak-anak hingga 6 kru.
Sementara itu, TNI Al juga telah berhasil menemukan titik koordinat letak pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
