Stadion Utama GBK Senayan Bakal Dipasang PLTS Berdaya 1 Megawatt

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Stadion GBK yang sedang direnovasi (Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Stadion GBK yang sedang direnovasi (Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA)

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengerjakan proyek renovasi komplek Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta jelang Asian Games 2018. Salah satu yang menjadi prioritas utama adalah pembenahan pada Stadion Utama GBK Senayan.

Stadion terbesar di Indonesia ini akan direnovasi total mulai dari struktur bangunan sampai dengan penambahan fasilitas modern, misalnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemasangan PLTS dilakukan guna memenuhi lebih dari 30 persen kebutuhan listrik.

"Saat ini sedang dilakukan pemasangan kursi dan kabel tension untuk penguatan struktur atap yang nantinya akan memikul beban solar cell dengan kapasitas 1 Megawatt," ungkap Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/5).

Lapangan Sepak Bola ABC di GBK (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Lapangan Sepak Bola ABC di GBK (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Tidak hanya pemasangan PLTS, Stadion Utama GBK juga akan memakai rumput jenis Zoysia Matrella yang dikembangkan di Solo, sesuai standar internasional. Jenis rumput ini memiliki konstruksi akar yang kuat, tidak mudah rusak bila digunakan dalam pertandingan sepakbola serta mendukung akurasi pengukuran pada cabang olah raga lempar lembing. Rumput ini juga digunakan saat pembangunan Stadion Utama GBK pada tahun 1962.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kualitas kursi yang saat ini sedang dilakukan pemasangan. Kursi yang dipasang jelas akan memberikan rasa nyaman bagi para penonton penonton.

Di samping itu, Kementerian PUPR juga sedang merapikan lantai, pemasangan kabel dan pencahayaan stadion. Dalam pembangunan dan renovasi infrastruktur pendukung Asian Games, penggunaan produk material buatan dalam negeri juga didorong karena kualitasnya juga baik dan menjadi kebanggaan Indonesia.

Lapangan Sepak Bola ABC di GBK (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Lapangan Sepak Bola ABC di GBK (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

"Untuk itu quality control harus betul-betul diperhatikan. Harus bekerja rapi, on time dan berkualitas," tegas Sri Hartoyo.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan untuk pembangunan dan renovasi venue olahraga di Komplek GBK Senayan dibagi menjadi 7 paket pekerjaan yakni Stadion Utama (AG 1), Training Facility (AG 2), Stadion Renang (AG 3), Lapangan Hoki, Panahan dan Sepakbola ABC (AG 4), Istora (AG 5), Stadion Tenis Indoor dan Outdoor (AG 6) dan Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball (AG 7).

"Secara keseluruhan progres konstruksinya telah mencapai 60 persen. Untuk lapangan hoki, panahan dan sepakbola ABC progresnya sudah 97,6 persen dan direncanakan bulan Juni selesai dan akan diuji coba sesuai dengan waktu yang direncanakan. Saat ini sedang dilakukan sertifikasi oleh Federasi Hoki Internasional," paparnya.

Proyek renovasi stadion GBK. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proyek renovasi stadion GBK. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Pekerjaan penataan kawasan GBK terbagi menjadi dua paket pekerjaan, yakni paket Zona 1 dan Zona 2. Untuk paket pekerjaan Zona 1 ditangani oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp 253,8 miliar dan paket pekerjaan Zona 2 ditangani oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 323 miliar.