Stasiun MRT Lebak Bulus Akan Terintegrasi Moda Transportasi Bus

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemasangan rel pada proyek pembangunan MRT (Foto: Antara/Reno Esnir)
zoom-in-whitePerbesar
Pemasangan rel pada proyek pembangunan MRT (Foto: Antara/Reno Esnir)

Seluruh rangkaian jalur layang dan bawah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta koridor Lebak Bulus-Bundaran HI hari ini telah tersambung. Dengan demikian proyek yang digarap PT MRT Jakarta tersebut saat ini progresnya sudah mencapai 83,07%.

Capaian progres pembangunan konstruksi MRT Jakarta terdiri dari struktur layang sebesar 74,64% dan struktur bawah tanah sebesar 91,57%. William menegaskan MRT Jakarta ditargetkan akan beroperasi sesuai jadwal pada Maret 2019.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan nantinya MRT akan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Transjakarta. Lokasi Stasiun MRT di Lebak Bulus pun bersebelahan dengan halte Transjakarta.

"Stasiun Lebak Bulus akan terintegrasi dengan Transjakarta dan beberapa transportasi umum lainnya," katanya di Site Office MRT Jakarta, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).

Tak hanya itu. Nantinya di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus juga akan tersedia terminal angkutan umum. Sehingga, Stasiun Lebak Bulus akan menjadi stasiun kedua setelah Stasiun Dukuh Atas yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.

"Jadi turun bisa langsung naik bus, kita ingin masyarakat tertarik menggunakan transportasi umum," ujar William.

Dia menambahkan, nantinya di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus juga akan dibangun park and ride untuk parkir pengguna MRT yang menggunakan kendaraan. Rencananya, park and ride dibangun di dua tempat.

"Jadi masyarakat yang membawa mobil atau motor bisa memarkirkan kendaraannya, kemudian berjalan menuju stasiun MRT," ucapnya.

Reporter: Resya Firman