STIE Ahmad Dahlan dan TNI-Polri Selesaikan Salah Paham Data Penceramah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)

Aparat TNI-Polri melakukan pertemuan dengan pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta. Kegiatan ini dilakukan usai beredarnya kabar personel TNI-Polri mendatangi kampus untuk meminta data penceramah yang mengisi khotbah di lingkungan kampus.

Ketua STIE Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna, mengatakan pertemuan ini dilakukan pada Selasa (10/4) di kampus C Karawaci STIE Ahmad Dahlan. Menurutnya, ada empat kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan tersebut.

"(Pertama) Terjadi miskomunikasi, terutama di tingkat aparat, sehingga diperlukan sikap kehati-hatian, perlunya perbaikan dan koreksi prosedur di tingkat lapangan dalam pendataan dan pembinaan masyarakat. Sehingga, tidak memunculkan lagi reaksi dan kegaduhan masyarakat," kata Mukhaer dalam keterangan tertulisnya.

Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)

Kedua, kata dia, diperlukan adanya pendekatan kultural antara pihak kampus dengan aparat melalui berbagai kegiatan bersama. Mukhaer mencontohkan seperti acara olahraga, seni dan kebudayaan.

Kepakatan ketiga yakni, STIE Ahmad Dahlan meminta kesediaan TNI-Polri ikut mengisi acara keagamaan, sosial hingga akademik di kampus. Sementara, pihak TNI-Polri menyatakan juga akan mengundang pihak kampus untuk ikut atau mengisi di kegiatan-kegiatan mereka.

"(Keempat) Para pihak sepakat bahwa dunia Perguruan Tinggi (PT) memiliki otonomi dan kebebasan akademik yang perlu dihargai dalam rangka mengembangkan budaya kritis, koperatif, dan bertanggungjawab," ujarnya.

Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta bertemu TNI-Polri. (Foto: dok. Istimewa)

Dalam pertemuan, pihak TNI diwakili oleh Dandim 05/06 Kota Tangerang Letnan Kolonel (TNI) M Imam Gogor dan dari Polro diwakili Kapolresta Tangerang Kombes Harry Kurniawan.

Berikut pernyataan lengkap Mukhaer:

Pertemuan 3 (tiga) pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta yang diwakili Ketua Dr. Mukhaer Pakkanna, SE,MM dan tim dengan pihak TNI yang diwakili Dandim 05/06  Kota Tangerang Letnan Kolonel (TNI) M. Imam Gogor dan pihak Kepolisian yang diwakili Kapolres Kota Tangerang Kombes Harry Kurniawan beserta tim, pada Selasa 10 April 2018 di kampus C Karawaci STIE Ahmad Dahlan disimpulkan:

(1)   Terjadi mis-komunikasi terutama di tingkat aparat sehingga diperlukan sikap kehati-hatian, perlunya perbaikan dan koreksi prosedur di tingkat lapangan dalam pendataan dan pembinaan masyarakat sehingga tidak memunculkan lagi reaksi dan kegaduhan masyarakat.

(2)   Perlunya diplomasi kultural antara pihak melalui berbagai even kegiatan bersama, misalnya olahraga, seni, kebudayaan, dan lainnya.

(3)   Pihak STIE Ahmad Dahlan Jakarta meminta kesediaan pihak TNI dan Kepolisian untuk mengisi berbagai acara keagamaan (khatib), sosial, dan akademik di kampus. Demikian juga sebaliknya, pihak TNI dan Kepolisian akan mengundang atau mengisi acara kegamaan atau sosial pada kegiatan-kegiatan aparat TNI dan kepolisian.

(4)   Para pihak sepakat bahwa dunia Perguruan Tinggi (PT) memiliki otonomi dan kebebasan akademik yang perlu dihargai dalam rangka mengembangkan budaya kritis, koperatif, dan bertanggungjawab.

Demikian kesimpulan ini.

Wassalam

Mukhaer Pakkanna