Stok Vaksin Corona: 19 Juta Belum Dipakai, 9,9 Juta Segera Dikirim ke Provinsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita bersiap untuk menerima suntikan vaksin corona Sinovac, selama program vaksinasi massal di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (31/3). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita bersiap untuk menerima suntikan vaksin corona Sinovac, selama program vaksinasi massal di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (31/3). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Percepatan vaksinasi COVID-19 saat ini terus diupayakan pemerintah agar dapat terlaksana seluas mungkin. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan stok vaksin terjamin untuk memenuhi kebutuhan target.

Beberapa waktu terakhir memang banyak provinsi yang menyampaikan bahwa telah kehabisan stok vaksin.

Namun Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa setidaknya minggu ini akan ada 9,9 juta dosis vaksin yang akan didistribusikan ke seluruh provinsi.

"Terkait vaksinasi, kita akan terus meningkatkan upaya percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok. Saat ini sudah 90,8 juta vaksin yang telah terdistribusi dan ada 9,9 juta stok yang siap dikirim minggu ini," katanya dalam keterangan pers secara virtual, Rabu (4/8).

Menurutnya, jumlah dosis vaksin yang tersebar di seluruh wilayah adalah 100,9 juta. Sementara setidaknya kini masih ada tersisa sekitar 19 juta dosis di seluruh provinsi yang belum digunakan.

"Sehingga total 100,9 juta dosis vaksin yang sudah beredar di kabupaten/kota dan fasyankes, di mana kita lihat dosis di daerah ada 19 juta dosis," tambahnya.

Sebelumnya, kelangkaan vaksin terjadi memang karena terhambat lantaran harus menunggu kedatangan dari luar negeri. Namun, per Agustus ini, Indonesia akan kedatangan vaksin dalam jumlah yang besar.

"Pada Agustus jumlah dosis yang tersedia sebanyak 82,3 juta dosis. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu di vaksin sesuai jadwal ketersediaan vaksin di daerahnya," pungkas dr Nadia.