Stok Vaksin Meningitis Menipis, Jemaah Umrah di Jatim Terancam Gagal Berangkat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebih dari 1.000 petugas haji 2022 melakukan suntik meningitis dan influenza. Foto: Dok. Bahauddin/Media Center Haji
zoom-in-whitePerbesar
Lebih dari 1.000 petugas haji 2022 melakukan suntik meningitis dan influenza. Foto: Dok. Bahauddin/Media Center Haji

Jumlah stok vaksin meningitis di Jawa Timur semakin menipis. Namun, jumlah permintaan vaksin tersebut untuk para jemaah umrah yang akan berangkat ke Tanah Suci terus bertambah.

Vaksin meningitis merupakan salah syarat untuk keberangkatan calon jemaah umrah dan haji ke Arab Saudi.

Kepala KKP Klas 1 Surabaya Slamet Mulsiswanto mengatakan, jumlah vaksin meningitis di Surabaya tinggal 1.130 dosis.

"Kalau di Jatim keseluruhan tentunya kami dari KKP tidak tahu karena ada faskes. Kalau di KKP itu cuma ada 1.130-an," ujar Slamet kepada kumparan, Kamis (29/9).

Slamet menyampaikan bahwa pihak KKP Klas 1 Surabaya telah mengajukan penambahan stok vaksin ke pusat sebanyak 30 ribu dosis. Dia berharap pengajuan stok vaksin tersebut bisa segera didistribusikan. Pasalnya, jumlah saat ini hanya cukup untuk jangka satu minggu ke depan.

"Kalau dari KKP Surabaya sudah mengajukan 30 ribu dan KKP Probolinggo juga mengajukan 30 ribu," ucap Slamet.

"Jadi 1.100 sekian itu sudah terdaftar pada online yang dua minggu lalu. Hingga seminggu ke depan lah," imbuh dia.

Calon jamaah umrah berjalan di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/3/2022). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Slamet mengharapkan pengajuan vaksin meningitis segera tiba dalam dua pekan ini. Sehingga, pelayanan vaksin dapat tersalurkan dengan normal.

"Harapannya sebetulnya 2 minggu ke depan. Mudah-mudahan kita bersama berdoa bisa segera keluar," terangnya.

kumparan post embed

Biro Travel Umrah Gelisah

Sementara itu, Direktur Travel Umroh dan Haji PT An Namiroh Travelindo Cabang Jombang, Nur Kholis, mengaku gelisah dengan menipisnya stok vaksin meningitis.

“Kami memberangkatkan kurang lebih 2.000 jemaah umrah per bulan skala nasional. Tentunya khawatir, ya, dengan informasi tersebut,” ujarNur Kholis.

Menipisnya stok vaksin meningitis ini dapat mengancam jemaah umrah gagal berangkat. Sebab, mereka tidak memenuhi salah satu persyaratan penerbangan bila belum divaksin meningitis.

"Kami terus mengimbau kepada calon jemaah supaya tetap tenang. Jangan cemas karena informasi yang saya terima awal Oktober vaksin meningitis sudah tiba," tuturnya.

Nur Kholis menjelaskan fungsi vaksin meningitis bagi para jemaah haji dan umrah untuk meminimalisir penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri/virus meningitis lewat droplet batuk dan bersin.

"Vaksin meningitis penting sekali membantu para jemaah haji maupun umrah beradaptasi. Mengingat cuaca di Arab Saudi berbeda dengan cuaca di Indonesia," tandasnya.