Strategi Menjaga Pengusaha Industri Kecil Agar Tetap Bertahan

Nama Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Jakarta Timur tak asing bagi sebagian besar orang. Perkampungan ini punya sejarah panjang dan sudah berusia cukup lama. PIK Pulogadung yang terletak di Jalan Raya Penggilingan merupakan 'rumah' bagi pedagang dan industri kecil.
Di dalam kawasan ini terdapat 691 UKM yang menempati 1.261 unit Sarana Usaha. Jumlah ini akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan ruang UKM Provinsi DKI Jakarta melalui Masterplan Kawasan PIK Pulogadung. Kedepannya, kawasan ini akan menjadi kawasan usaha industri kreatif, wisata belanja, perkantoran dan permukiman yang diintegrasikan dengan kemudahan akses berbasis Transit Oriented Development (TOD).
Sejak tahun 1970an, kawasan PIK Pulogadung dulunya terkenal dan dikunjungi orang layaknya mall, sebelum kemudian tergerus oleh perubahan zaman. Meski demikian, industri kecil di sana masih bisa bertahan.
Ya, industri yang ada di kawasan PIK Pulogadung ini terdiri dari industri garment, industri kulit, industri logam, industri meubel dan aneka komoditi lainnya. Transaksi pada awal berdirinya banyak dilakukan oleh konsumen industri (birokrasi pemerintah maupun swasta), pedagang besar, pemakai langsung dan pada saat ini mulai bergerak menjadi surga untuk pedagang online.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah serta Pemukiman Pulogadung (UPK PPUKMPP) Provinsi DKI Jakarta Samsu Rizal Kadafi mengakui, tantangan zaman menuntut pengusaha industri di PIK kini bersaing. Sebagai pengelola PIK, pihaknya punya strategi untuk menjaga pengusaha industri kecil di sana tetap bertahan.
"Kemarin 30 UKM mengikuti pelatihan e-commerce, Pelatihan ini bertujuan agar para pelaku UKM bisa masuk ke dalam marketplace online. Ini salah satu cara agar para pedagang bisa bersaing di pasar bebas serta membantu para pelaku UKM khususnya binaan UPK PPUKMPP untuk meningkatkan omzet penjualannya melalui e-commerce" ujar Rizal.
Fasilitas jalan untuk berkeliling melihat berbagai industri di PIK juga sudah memadai. Transportasi umum seperti Transjakarta jurusan Pulogadung - Pulogebang sudah masuk ke kawasan tersebut sehingga memudahkan pengunjung dan konsumen potensial dapat melakukan kontak usaha tanpa harus bermalam. Sebab Terminal Pulogebang sebagai terminal bus antar kota dan antar provinsi dan Stasiun Kereta Buaran atau Klender Baru hanya berjarak kurang lebih 4 km dari Kawasan PIK Pulogadung.
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Serta Permukiman Pulogadung (UPK PPUKMPP Jakarta).
