Strategi PAM Jaya Membangun Infrastruktur Air Bersih di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Masyarakat cenderung memilih untuk hidup dekat dengan sumber mata air, agar mendapat kemudahan akses air. Semakin berkembang sebuah wilayah, idealnya kian berkembang pula infrastruktur pengadaan airnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya membangun infrastruktur pengadaan air bersih, supaya menjangkau seluruh wilayahnya. Hal itu demi mewujudkan kesetaraan akses bagi semua warganya terhadap air bersih.

Sebagai kota yang tidak memiliki banyak sumber mata air, masyarakat Jakarta sangat bergantung dengan air perpipaan. Sebab, menggali tanah dalam untuk membangun sebuah sumur mata air adalah suatu hal yang harus dihindarkan di Jakarta.

Penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta lalu membangun layanan air perpipaan dari sumber mata air di luar Jakarta maupun sungai yang sudah diolah baku mutunya. Di bawah naungan PAM Jaya sebagai BUMD yang bertanggung jawab terhadap pengadaan air bersih, Pemprov DKI menargetkan seluruh wilayah Jakarta tersambung air perpipaan.

Ini yang kemudian menjadi fokus PAM Jaya dalam pengembangan dan pengelolaan air bersih. Pada 2022 ini, pembangunan infrastruktur air diprioritaskan di tujuh kampung prioritas, yakni Kampung Prioritas Tanah Merah, Kampung Kerang Ijo, Blok Empang, dan Kampung Enceng di Jakarta Utara, serta Kampung Guji Baru, Kampung Sekretaris, dan Kampung Rawa Timur di Jakarta Barat.

Untuk yang berlokasi di Jakarta Utara, saat ini prosesnya sedang dalam tahap pemasangan saluran baru. Setelah dipastikan air bisa mengalir dengan baik, baru bisa digunakan oleh masyarakat.

“Pekerjaan konstruksi di Kampung Guji Baru dan Kampung Rawa Timur telah selesai dan menunggu Berita Acara Serah terima. Selanjutnya akan dilakukan proses flushing dan pemasangan flow meter control, kemudian pemasangan sambungan baru. Untuk Kali Sekretaris perlu dicarikan penyedia baru dan sedang dalam proses di perencanaan,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasruddin.

Sedangkan untuk tiga kampung yang berlokasi di Jakarta Utara (Kampung Kerang Ijo, Blok Empang, dan Kampung Enceng), PAM Jaya membangun kios air existing sebagai sumber mata air lokal untuk penduduk setempat. Sebab, Pemprov DKI masih dalam proses penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 83 Tahun 2021 tentang Tata Rancang Kota Kawasan Muara Angke.

“Sebagai upaya pelayanan dari PAM JAYA, hingga menunggu implementasi Pergub 83 tersebut, terdapat tiga kios air existing di wilayah Muara Angke dan direncanakan akan dibangun sebanyak tujuh kios air extention pada tahun ini,” tutur Arief.

Penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Selain di wilayah tersebut, PAM Jaya juga menargetkan pembangunan 100 kios air secara bertahap. Saat ini sudah ada 35 kios yang siap dibangun, 35 kios dalam proses lelang, dan sisanya masih dalam proses pencarian lokasi ideal pembangunan kios air.

“Sejak tahun 2019 sampai 2020, sebanyak 102 kios air telah dibangun dan tersebar di area Jakarta Utara dan Jakarta Barat, atau daerah yang belum dilalui akses perpipaan,” jelas Arief.

Menurut ahli hidrologi dan dosen Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM), Pramono, pengadaan pipa air bersih di Jakarta bukan perkara mudah. Cara Pemprov DKI menyediakan kios-kios air dinilai tepat sebagai solusi jangka pendek, sampai seluruh wilayah Jakarta tersambung dengan jaringan pipa air bersih.

“(Kios air) itu sistemnya di lokasi. Jadi itu per zona kecil-kecil, dibangun infrastruktur untuk memasok air. Modelnya seperti itu, menggunakan pipa, karena efisiensinya tinggi,” kata Pramono saat dihubungi kumparan, Rabu (3/8).

Tanah Merah Sudah 100 Persen Dialiri Air Perpipaan

Penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Kampung Tanah Merah Koja, Jakarta Utara, menjadi salah satu wilayah di DKI Jakarta yang seluruh warganya sudah bisa menikmati fasilitas air perpipaan.

“Proyek Tanah Merah II saat ini sudah mencapai 100 persen atau setara dengan 27.467 meter (pipa),” jelas Arief.

Ryan (26) adalah salah satu warga Rawa Sengon, Kelapa Gading, yang tergabung dalam program pengadaan air bersih wilayah Kampung Tanah Merah.

“Jadi sebelumnya air di daerah rumah saya dikelola sama swasta, sekarang jadi PAM. Ini sejak Juni 2021 lalu (pengadaan pipa),” kata Ryan.

Gubernur DKI Jakarta meninjau penyediaan air bersih di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Sejak dialiri air dari pipa, Ryan merasa kualitas air di lingkungan rumahnya semakin baik. Tidak hanya kualitas, kuantitas air juga bertambah.

“Sejauh ini sih lebih bagus ya kualitas airnya. Selama ini air masih normal dan lancar,” tuturnya.

Arief mengatakan, proses pengadaan air ini masih akan terus berlanjut, sampai seluruh wilayah Jakarta terjangkau akses perpipaan.

“Tujuan serta manfaat mengenai program pengembangan dan pengelolaan air bersih adalah untuk memastikan pelayanan air perpipaan dapat merata. Sebab air, bagi kami, adalah syarat terjadinya keadilan sosial,” pungkasnya.