Suami di Simalungun Bunuh Istri dengan Martil, Diduga Pergoki Korban Selingkuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penganiayaan suami terhadap istrinya hingga tewas dengan menggunakan martil.  Foto: Dok. Polres Simalungun
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penganiayaan suami terhadap istrinya hingga tewas dengan menggunakan martil. Foto: Dok. Polres Simalungun

Seorang pria berinisial ES (43) membunuh istrinya, Norma (34), dengan menggunakan martil di rumahnya di Jalan Haranggaol, Desa Purba Sipinggan, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin (29/6).

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Wisnugraha Paramaartha, mengatakan peristiwa pembunuhan bermula dari permasalahan pribadi di dalam rumah tangganya.

Wisnu menuturkan, awalnya pelaku berinisial ES bekerja di Aceh untuk memburu babi hutan dalam lima bulan terakhir. Kemudian, hasil penjualannya diberikan kepada istrinya.

Setelah itu, sepeda motor milik pelaku mengalami kerusakan sehingga ia menghubungi istrinya dan meminta uang untuk perbaikan sepeda motornya. Namun, istrinya tidak memberinya uang.

"Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk bekerja di Aceh mengalami kerusakan. Sehingga pelaku menghubungi korban, meminta sejumlah uang untuk perbaikan sepeda motor tersebut. Namun, korban tidak mau dan mengatakan 'Tidak ada lagi gunanya itu, tidak betul lagi itu semua, tidak usah diperbaiki lagi itu', kata korban," ucap Wisnu dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Korban penganiayaan suami terhadap istrinya hingga tewas dengan menggunakan martil dievakuasi petugas. Foto: Dok. Polres Simalungun

Pelaku pun menghubungi sepupunya untuk meminjam uang. Sepupunya mau memberikan bantuan dengan syarat harus meminta persetujuan istri pelaku.

Pelaku kemudian menghubungi kembali istrinya dan menyampaikan bahwa sepupunya telah setuju memberikan pinjaman. Namun, istrinya tetap menolak.

"Korban tetap tidak setuju mengatakan 'Sudah enggak perlu-perlu dibantu, tidak betul lagi itu', kata istrinya," ujar Wisnu.

Kemudian, pelaku pulang ke rumah tanpa memberi tahu istrinya. Ia juga membawa kue untuk istri dan anak-anaknya. Namun, pelaku justru mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dari istrinya.

"Setiba di rumah, anak-anak korban melihat pelaku datang membawa kue dan korban keluar dari kamar dan mengatakan 'Sudah, enggak usah kalian ambil kue itu, enggak jelas itu, enggak perlu sama kita itu', kata istrinya," ucap Wisnu.

Pelaku curiga sikap istrinya yang tidak sopan dan menuduh istrinya memiliki laki-laki lain. Istrinya mengakui bahwa dirinya memiliki laki-laki lain.

"Kata pelaku 'Kok gitulah kau samaku, aku jadi curiga samamu yang adanya laki-laki lain?'. Kemudian korban menjawab 'Ada, kenapa rupanya?'," imbuh Wisnu.

Beberapa saat kemudian, datang dua lelaki ke rumah mereka. Pelaku pun heran siapa mereka. Pelaku kemudian menanyakan kepada istrinya hendak pergi ke mana bersama dua lelaki tersebut. Istrinya pun menjawab bahwa dirinya mau pergi jalan-jalan.

"Pelaku pun emosi dan mengatakan 'Oh, begini rupanya kerjaanmu selama ini'," ucap Wisnu.

Pelaku tersulut emosi dan mengambil sebuah pisau dari dapur, lalu mencoba menusukkannya ke tulang rusuk istrinya. Namun, istrinya memakai baju berlapis sehingga pisau tersebut patah.

Kemudian, pelaku mencari alat lain untuk menganiaya dan membunuh istrinya. Ia kembali ke dapur dan melihat martil. Setelah itu, pelaku menemui istrinya yang hendak pergi di halaman depan rumah dan langsung memukul bagian atas kepala istrinya sebanyak enam kali. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Pihak Puskemas merujuk korban ke rumah sakit karena kondisi korban kritis dan meninggal dunia di rumah sakit," ucap Wisnu.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dan satu buah martil yang digunakan untuk menganiaya korban.

Saat ini jenazah korban berada di Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk dilakukan autopsi.

Pihak kepolisian masih mendalami hubungan kedua pria tersebut dengan korban.