Suami Novita, Korban Penembakan Texas, Janji Bawa Pulang Jasad Istri ke Semarang
ยทwaktu baca 2 menit

Novita Kurnia Putri (26), WNI asal Kota Semarang, menjadi korban salah tembak di rumahnya di Bald Mountain, Bexar County, San Antonio, Texas, Amerika Serikat. Tragedi ini terjadi pada 4 Oktober dini hari, pelakunya adalah sekelompok remaja berandalan.
Suami korban, Robert Brazil Jr, bertekad akan membawa jenazah istrinya pulang ke Indonesia. Robert berjanji menemui orang tua Novita secepatnya.
Hal tersebut dikatakan Robert kepada paman korban, Rifai Idris (48) melalui sambungan telepon pada Senin 10 Oktober 2022. Robert merupakan tentara Angkatan Udara AS.
"Terakhir komunikasi sama Robert itu tadi malam, lewat telepon. Robert janji akan membawa jenazah istrinya pulang. Dia juga mau ketemu Mamah (ibu korban) bagaimanapun caranya," ujar Rifai kepada wartawan di Semarang, Selasa (11/10).
Suami Novita Sangat Terpukul
Rifai juga mengatakan, Robert masih sangat terpukul atas kejadian tragis yang menimpa istrinya. Robert mengungkapkan bahwa Novita adalah belahan jiwanya.
"Kondisinya (Robert) masih sangat terpukul atas kematian istrinya. Berkali-kali selalu mengungkapkan kalau dia cinta Novita, Novita belahan jiwanya. Kondisinya masih sangat terpukul," ungkap Rifai.
Novita tinggal di Texas sejak tahun 2020. Ia mengikuti suaminya yang bertugas sebagai tentara Negeri Paman Sam.
"Sudah 1,5 tahun hidup di Amerika. Ikut suaminya tentara di Angkatan Udara. Menikah tahun 2020," kata ibunda Novita, Nani Muldiani (50), saat ditemui di rumah duka pada Senin kemarin.
Sebelum tinggal di AS, Novita menetap di Eropa. Dia menerima beasiswa di Prancis untuk S1 dan beasiswa S2 di Jerman. Setelah lulus S2, dia sempat bekerja.
"Mbak Novita sebelumnya kerja di Jerman," kata Nani.
Selama di AS, Novita bekerja sebagai perajin perhiasan di rumahnya. Sebulan terakhir dia bekerja di sebuah penginapan.
Saat ini, polisi AS telah membekuk 5 remaja yang terlibat dalam tembak-tembakan di kompleks rumah Novita.
Pada malam kejadian, dua remaja menembakkan seratusan peluru ke rumahnya. Ternyata sasaran remaja itu seharusnya rumah di sebelah Novita.
Ini ditandai dengan keluarnya tiga remaja dari rumah tetangga Novita untuk melakukan tembakan balasan.
Perwakilan Indonesia di AS sedang berusaha memulangkan jasad Novita ke Indonesia.
