Suara 'Sayang' di Rapat DPR Tak Bermuatan Asusila, MKD Akan Edukasi Pelapor

26 Agustus 2022 9:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman saat konferensi pers, Selasa (12/4).  Foto: Jacko Ryan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman saat konferensi pers, Selasa (12/4). Foto: Jacko Ryan/kumparan
ADVERTISEMENT
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tak akan menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik Ketua MKD sekaligus Anggota Komisi III Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. Politikus PKS itu dilaporkan soal suara panggilan 'sayang' saat rapat kerja dengan Polri.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua MKD Habiburokhman menilai tak ada etik yang dilanggar Aboe. Menurutnya hal itu tak disengaja dan wajar terjadi karena rapat berlangsung sejak pagi hingga malam.
"Saya terus terang bingung hal seperti itu kok, dilaporkan ke MKD," ujar Habiburokhman saat dihubungi, Jumat (26/8).
"Kalau toh suara itu dari HP beliau ya pasti bukan kesengajaan. Mungkin karena sudah jam makan malam, istri menelepon dari rumah. Kemarin kan, rapat hampir 10 jam," imbuh dia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sebab itu, pihaknya memutuskan laporan ini tak akan ditindak lanjut. Namun, MKD akan berusaha memanggil pelapor untuk diberi pemahaman.
"Sama sekali tidak ada muatan asusila. Saya tahu betul beliau jauh dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji," terang dia.
"Kami akan panggil pelapor untuk berikan edukasi dan pemahaman," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Rapat Kapolri Jenderal Sigit Listyo dengan Komisi III DPR pada Rabu (24/8) kemarin, berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Di akhir rapat saat membahas kesimpulan, suasana rapat yang semula serius berubah menjadi penuh gelak tawa.
Penyebabnya adalah ada suara panggilan 'sayang' diduga dari telepon seluler saat anggota Komisi III Habiburokhman memberi masukan pada kesimpulan rapat poin 2.
"Terkait tema perbaikan yang diusung Pak Kapolri sendiri kemarin pasca kasus penembakan ini soal 'pekat' penyakit masyarakat. Pak Kapolri yang dalam pengarahan kita ikuti juga ada stressing soal pekat, maksud saya apakah dimasukkan ke sini atau bagaimana," kata Habiburokhman dalam rapat itu, Rabu (25/8).
Tiba-tiba ada suara perempuan terdengar dari HP saat Habiburokhman bicara, "sayang.."
ADVERTISEMENT
Seisi rapat tertawa. "Maaf itu bukan dari HP saya, itu HP.." kata Habiburokhman.
Saat rapat memang beberapa mikrofon anggota Komisi III menyala.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·