Suara Sementara Caleg DPR dari Jakarta, Siapa Paling Dekat Raih Kursi Parlemen?
·waktu baca 3 menit

Provinsi DKI Jakarta memiliki tiga daerah pemilihan (Dapil) yang tergolong sebagai “dapil neraka” karena berisi nama-nama calon anggota legislatif (caleg) baik dari politisi kawakan hingga jajaran artis ibu kota yang memiliki modal ketenaran.
Dari tiga dapil di DKI Jakarta, total ada 21 kursi perwakilan di Senayan. Dilihat dari situs Sirekap KPU per Minggu (25/2) politikus PSI Grace Natalie melesat jauh dengan 41.144 suara bahkan melebihi politikus sekaligus Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, yang memiliki suara 30.494.
Namun begitu, perolehan suara yang didapat Grace belum tentu bisa mengantarkannya duduk di Parlemen apabila partainya tak lolos Parliamentary Threshold 4%.
Sementara itu, PSI masih bercokol di angka 2,65%. Sedangkan PDIP, masih memimpin dengan 16,43%. Kemudian disusul oleh Golkar dengan 15,01% dan Gerindra 13,29%.
Selain itu, di dapil DKI Jakarta II misalnya, beberapa artis unggul dan diprediksi akan menduduki Senayan pada periode selanjutnya. Contohnya, musisi sekaligus caleg dari PDIP Once Mekel yang unggul dengan 26.808 suara. Lalu, ada pula artis yang nyaleg dari PAN yakni Uya Kuya yang memperoleh suara sementara sebanyak 47.507.
Berikut adalah rangkuman perolehan suara di provinsi DKI Jakarta hingga Minggu (25/2) pukul 13.00 WIB:
Jakarta I Meliputi Wilayah Jakarta Timur: 6 Kursi
Mardani Ali Sera (PKS): 53.988 suara
Putra Nababan (PDIP): 32.683 suara
Habiburokhman (Gerindra): 29.198 suara
Eko Hendro Purnomo (PAN): 27.236 suara
Hasbiallah Ilyas (PKB): 23.137 suara
Sondang Tampubolon (PDIP): 21.075 suara
Jakarta II Meliputi Wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri: 7 Kursi
Hidayat Nur Wahid (PKS): 88.420 suara
Uya Kuya (PAN): 47.507 suara
Himmatul Aliyah (Gerindra): 39.853 suara
Ida Fauziyah (PKB): 31.500 suara
Abraham Sridjaja (Golkar): 33.086 suara
Once Mekel (PDIP): 26.808 suara
Ade Armando (PSI): 28.652 suara
Jakarta III Meliputi Wilayah Kep. Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat: 8 Kursi
Grace Natalie (PSI): 41.144 suara
Erwin Aksa (Golkar): 38.626 suara
Ahmad Sahroni (NasDem):30.494 suara
Charles Honoris (PDIP): 21.769 suara
Adang Daradjatun (PKS): 18.046 suara
Darmadi Durianto (PDIP): 18.321 suara
Sigit Purnomo (PAN): 11.070 suara
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra): 9.828 suara
KPU dalam menentukan konversi suara ke kursi di Pemilu 2024 ini menggunakan metode Sainte Lague yang termaktub dalam Pasal 415 ayat (2) UU 7/2017 Tentang Pemilu.
Metode tersebut menerapkan bilangan pembagi suara untuk mendapatkan kursi dengan angka ganjil, yakni mulai dari 1, 3, 5, 7, 9 dan seterusnya. Penerapan metode didasarkan pada perolehan suara terbanyak partai politik dari hasil pembagian yang diurutkan sesuai dengan jumlah ketersediaan kursi di setiap dapil.
