Suasana Haru Meliputi Pemakaman Zetro Purba di TPU Sari Mulya, Tangsel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Istri almarhum Zetro Leonardo Purba Priskila Serapinta (kedua kiri) beserta keluarga menaburkan bunga ke makam suaminya usai dimakamkan di TPU Sari Mulya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Istri almarhum Zetro Leonardo Purba Priskila Serapinta (kedua kiri) beserta keluarga menaburkan bunga ke makam suaminya usai dimakamkan di TPU Sari Mulya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman jenazah Zetro Leonardo Purba, staff Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, yang tewas ditembak. Zetro dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sari Mulya, Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (11/9).

Proses pemakaman berlangsung dalam kondisi hujan, dihadiri ratusan pelayat yang merupakan keluarga, kerabat, serta rekan kerja almarhum dari kementerian luar negeri.

Lantunan doa dan suara isak tangis keluarga yang tak mampu menahan duka bergema selama proses pemakaman berlangsung. Ibu kandung Zetro tampak beberapa kali mengusap air mata sambil dituntun kerabat dekat menuju area pemakaman.

Sesekali ia terisak saat melihat peti berwarna putih yang berisikan putra bungsunya itu.

Isak tangis juga terdengar dari sejumlah kerabat yang hadir. Beberapa di antaranya berusaha menenangkan keluarga inti, namun suasana duka tetap menyelimuti jalannya prosesi.

"Zetro, anakku sayang! Sekarang berangkatkan menuju Bapa di surga. Selamat jalan anakku sayang. Semoga Tuhan memberkati," kata salah satu anggota keluarga Zetro di lokasi.

Petugas mengusung peti jenazah almarhum Zetro Leonardo Purba saat akan dimakamkan di TPU Sari Mulya, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (11/9/2025). Foto: Istimewa

Sementara itu, istri Zetro Leonardo Purba, Prisilia Serapinta, juga terlihat tak kuasa menahan tangis. Dengan mata sembab, ia terus menggenggam erat tangan ketiga anaknya yang mendampingi hingga jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Sambil menahan tangis, Prisilia juga sempat berpamitan kepada almarhum sang suami untuk terakhir kalinya saat melemparkan tanah dan bunga bersama anak-anaknya ke liang lahat.

"Dadah Papih," ujarnya sambil memegang anaknya.

Almarhum Zetro Purba meninggalkan satu orang istri, dan tiga orang anak yang masih di bawah umur.