Subvarian Delta AY.4.2 Sudah Sampai Singapura, Bagaimana Antisipasi Pemerintah?
·waktu baca 1 menit

Belakangan ini subvarian Delta AY.4.2. disebut-sebut dapat berpotensi mengkhawatirkan jika tidak segera dicegah. Namun, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, varian ini bukanlah varian baru.
Masyarakat diminta tidak panik karena penelitian terkait varian ini masih berlangsung. Varian ini bagian dari varian corona Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan.
Jenis varian A.Y dari mutasi Delta ini cukup beragam yaitu dari AY.1 hingga AY.28. Ditegaskannya, bahwa saat ini belum bisa diambil kesimpulan terkait karakteristik khusus yang dimiliki varian tersebut.
"Oleh karena itu, kita belum bisa mengetahui apakah berbagai jenis varian Delta ini memiliki karakteristik khusus yang dapat mempengaruhi laju penularan, keparahan gejala, maupun vaksinasi karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung," kata Prof Wiku dalam situs resmi Satgas, dikutip Minggu (31/10).
Subvarian Delta ini sudah sampai negara terdekat. Yakni di Singapura dan Thailand.
Terkait hal tersebut, Pemerintah memaksimalkan pelaksanaan strategi yang sudah ditetapkan yaitu karantina perjalanan, 3M, 3T, dan vaksin.
"Agar dapat mencegah masuknya semua jenis varian baru, sekaligus meminimalisir pembentukan mutasi baru di dalam negeri," tutur dia.
