Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Sudah 4 Tahun Harga Daging Sapi Tak Pernah Turun
25 Februari 2017 0:11 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
ADVERTISEMENT

Harga daging sapi segar di pasar tradisional bertahan di angka Rp 120.000/kg. Angka tersebut naik secara bertahap sejak bulan puasa tahun 2013, mulai dari Rp 80.000/kg menjadi Rp 90.000/kg, menyentuh Rp 100.000/kg dan saat ini Rp 120.000/kg.
ADVERTISEMENT
"Makanya apakah itu termasuk kondisi tertentu, harganya terus naik," keluh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Hotel IBIS Cawang, Jakarta, Jumat (24/2).
Padahal secara rata-rata kalkulasi konsumsi daging sapi Indonesia hanya 2,5 kg/kapita/tahun atau jauh di bawah Malaysia 20 kg/kapita/tahun. Tetapi harga daging sapi di Malaysia bergerak stabil berbeda dengan Indonesia.
"Terus konsumsi daging per orang dan per kg itu 2,5 kg jauh dari Malaysia yang 20 kg," sebutnya.
Sementara itu dia juga mengungkapkan saat ini perkiraan stok daging sapi nasional masih cukup. Namun stok daging sapi akan menyusut di periode Mei-Juni.

Oke menjelaskan di bulan Mei akan ada defisit daging sekitar 4.054 ton daging. Hal ini terjadi karena produksi lokal diperkirakan hanya mampu memasok 36.318 ton. Sementara itu kebutuhan daging mencapai 56.117 ton.
ADVERTISEMENT
Defisit daging masih berlanjut di bulan Juni 2017 diperkirakan mencapai 21.107 ton. Hitungannya kebutuhan konsumsi mencapai 60.019 ton sedangkan produksinya hanya 38.912 ton.
Oke mengungkapkan Perum Bulog perlu secepatnya merealisasikan impor daging kerbau asal India. Pada periode Desember 2016 hingga Maret 2017, Kemendag telah mengeluarkan izin 70.000 ton daging kerbau kepada Bulog. Yang terealisasi baru 48.000 ton atau masih tersisa sekitar 22.000 ton.
Sedangkan Kemendag kembali mengeluarkan izin impor 30.000 ton daging kerbau India untuk periode Januari hingga Juni 2017.
"Merah (defisit) itu kurang dari 4.000 ton di bulan Mei," sebutnya.